Antara Ade Armando, FPI, HTI dan Anggapan Jika Indonesia Akan Berstatus Sebagai Negara Khilafah

Antara Ade Armando, FPI, HTI dan Anggapan Jika Indonesia Akan Berstatus Sebagai Negara Khilafah

I
R
Indah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Kasus pengeroyokan Ade Armando kembali membawa nama baru dalam penyelidikan siapa pelaku pengeroyokan Dosen Universitas Indonesia ini.

Setelah Grace Natalie menuduh relawan Anies Baswedan menjadi salah satu pelaku pengeroyokan Ade Armando akibat beredarnya screenshot percakapan grup WhatsApp yang membahas mengenai lokasi keberadaan Ade Armando.

Setelah itu beredar rumor bahwa relawan Anies Baswedan yang dituduh sebagai pelaku pengeroyokan Ade Armando merupakan bagian dari gabungan mantan Front Pembela Islam (FPI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Analis Politik Rocky Gerung menganggap berita jika FPI dan HTI terlibat dalam kasus babak belurnya Ade Armando adalah sesuatu hal yang konyol. Apalagi Indonesia masih memiliki masalah penting lainnya seperti hutang yang seharusnya menjadi prioritas.

Selain itu Rocky Gerung juga menambahkan bahwa ada kabar yang beredar mengenai jika Jokowi tidak menjadi Presiden Indonesia maka negeri ini akan menjadi negara khilafah.

Baca Juga

“Entah dari mana muncul ide bahwa Indonesia akan jatuh jadi negara khilafah kalau Jokowi tidak jadi presiden. Yang jelas Indonesia sudah jatuh pada jebakan hutang hari ini, jatuh pada kesulitan ekonomi,” ungkapnya dilansir dari halaman pikiranrakyat.com, Jumat 15 April 2022, bersumber dari saluran Youtube Rocky Gerung Official.

Rumor yang beredar ini menurut Rocky Gerung timbul karena orang nomor satu di Indonesia itu tidak memahami bahwa tanah air ini dirancang untuk hidup majemuk.

Organisasi agama seperti FPI dan HTI merupakan contoh dari kemajemukan hidup di Indonesia. Langkah pemerintah yang ingin menghilangkan dua organisasi tersebut adalah bukti ketidaktahuan akan hal tersebut.

Dengan munculnya rumor bahwa FPI dan HTI terlibat akibat penyebaran isu yang tidak benar oleh buzzer pemerintahan akan terlihat seolah-olah pemerintah ingin menakuti rakyat dengan Islamophobia.

“Kalau HTI FPI itu masih eksis, ada gerakannya, kelihatan bentuknya, ya bolehlah. Ini sudah gak ada, oleh kekuasaan udah dibasmi, lantas apa yang ditakuti?” tegas Rocky Gerung.

Kekacauan yang terjadi saat ini serta tuduhan terhadap FPI dan HTI merupakan kecemasan tersendiri dalam era pemerintahan Jokowi. Menurut Rocky Gerung hal ini disebabkan oleh Presiden Jokowi yang hanya mempercayai para pebisnis dan oligarki.

Orang-orang yang berada dibalik layar Jokowi tidak memahami kondisi bangsa Indonesia seperti apa. Mereka hanya mengadakan kampanye baru untuk mengusung Presiden Jokowi memperpanjang jabatannya.

Rocky Gerung juga menambahkan bahwa Jokowi 3 Periode adalah sebuah hal yang tidak mungkin menjadi suatu kenyataan karena hal tersebut melanggar ketentuan konstitusi.

“2024 udah gabisa, ngapain kampanye seolah minta dukungan ASN. Mereka sedang nyogok sementara mahasiswa akan gelar kongres rakyat tanggal 18-21 April. Itu yang harus kita sambut!” ucapnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.