Al-Ghazali, Makrifat Cinta

Al-Ghazali, Makrifat Cinta

Firdaus Muhammad
Redaksi

Tim Redaksi

Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali (1058-1111) mengenalkan marifat cinta. Cinta yang paling hakiki ialah mencintai Allah Swt dengan segenap jiwa dan raga.Cinta jenis ini melebihi semesta dan segala isinya.

Al-Ghazali menekankan perjalanan cinta seorang salik atau abid yang gapai tingkatan marifat cinta.

Penulis buku Surat cinta para sufi, Muh. Fathullah, ia mengulas marifat cintanya Al-Ghazali yang digelorakan dari kalbu untuk mendekap cinta ilahi.

Selama hati suci bersih, tak ada yang menghalangi menggapai marifat cinta. Kualitas ibadah seorang hamba ditakar dari kekuatan hatinya condong kepada sang khalik.

Imam Al-Ghazali mengenalkan esensi mahabbah, kecintaan dan kerinduan pada Allah menjadikan hati selalu terpaut pada-Nya dengan segenap keridhaan.

Baca Juga

Karena cinta, seseorang menjadi abai dengan lingkungannya, begitu juga dengan orang yang merasakan lezatnya cinta pada Allah hingga melupakan gemerlap kehidupan duniawi. Begitu Haidar Bagir menyibaknya dalam risalah cinta dan kebahagiaaan, karyanya tasawufnya.

Ia urai, kebahagiaan pecinta merasakan cinta marifat sebagai kebahagiaan sempurna yang memadukan pengetahuan dan cinta dengan istiqamah.

Imam Al-Ghazali melahirkan Ihya Ulumuddin sebagai mahakarya dalam dunia tasawuf. Ia mengajarkan kezuhudan sebagai buah dari pemaknaan cinta hamba pada Allah itu merupakan dimensi paling suci dalam kehidupan manusia.

Zuhud mengajarkan kita untuk tidak lagi mementingkan gemerlap kehidupan duniawi melainkan meraih cinta pencipta kebahagiaan.

Dalam konteks kehidupan yang selalu digoda kapitalisme modernisme sekarang ini, ujian terjal gapai zuhud meraih marifat cinta ilahi.

Firdaus Muhammad
(Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin dan Ketua Komisi Dakwah MUI Sulsel)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.