Rumi, Mencintai Cinta

Rumi, Mencintai Cinta

Firdaus Muhammad
Redaksi

Tim Redaksi

Jalaluddin Rumi (1207-1273) seorang yang melegenda dengan whirling darwis atau tarian mabuk Allah dikalangan kaum sufi.

Tarian sufi yang ia kembangkan itu adalah ekspresi kondisi ekstase abid atau salik yang menejspresikan kumandang cinta pada Allah.

Ribuan karya Rumi seluruhnya bersenandung cinta. Matsanawi karya monumentalnya. Bait-bait syairnya menyentuh jiwa, membakar api cinta sang hamba pada sang khalik dalam bulir-bulir syair zikirnya disertai tarian.

Ungkapan syairnya juga menginspirasi seseorang yang sedang jatuh cinta dengan kehalusan bahasanya yang menawan. Rumi menuliskan, “Lewat cintalah semua yang pahit akan menjadi manis. Lewat cintalah semua tembaga akan jadi emas.

Lewat cintalah semua endapan akan jadi anggur murni. Lewat cintalah semua kesedihan akan jadi obat. Lewat cintalah si mati akan jadi hidup. Lewat cintalah raja jadi budak” Syair ini menggambarkan cinta menguasai manusia. Mereka akan menemukan kesejatian dirinya.

Rumi melukiskan cinta yang riang gembira dengan menghadirkan cinta sang hakiki dalam shalatnya, puasanya, ibadahnya, dalam seluruh nafasnya mendesahkan cinta, lisannya dibasuh dengan zikir menuju jiwa yang tenang nan lapang.

Rumi mengumpamakan orang yang tak merasakan cinta bagai burung tak bersayap, bagai bunga tanpa aroma wewangian, serasa hampa seluruhnya.

Bagi Rumi seperti dikutip Muh. Fathullah dalam buku: Surat Cinta Para Sufi, tidak ada yang lebih indah dari cinta. Rumi ungkap, tanpa hadirnya cinta, tak bakal ada kehidupan. Ada kebahagiaan, ada kesedihan, ada luka, ada penyembuhan. Semua berkat cinta.

Berada di lautan cinta, semua serasa tak berharga. Seorang salik, abid yang larut dalam cinta sang halik, dunia seisinya tak lagi bermakna baginya.

Sebaliknya, hamba yang menyibukkan diri mencintai hasil ciptaan akan hampa, tapi yang mencintai pencipta akan sampai. Menggapai marifat cinta.

Mencintai Allah sang pemilik cinta adalah mencintai cinta.

Firdaus Muhammad

(Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar dan Ketua Komisi Dakwah MUI Sulsel)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.