Uwais, Mencintai Nabi Cinta

Firdaus Muhammad. (terkini.id/hasbi) kolom firdaus muhammad
Firdaus Muhammad. (terkini.id/hasbi)

Dalam literatur tasawuf, Uwais al-Qarni wafat tahun 36 Hijriyah bertepatan tahun 657 Masehi, dikenal peletak sufisme cinta. Sekalipun tidak bertemu Nabi secara lahiriah, tapi Nabi sangat mengenalnya secara batiniah.

Nabi pernah menceritakan sosoknya dihadapan sahabat. Uwais sangat mencintai rasulullah, Nabi cinta, rahmatan lil alamin. Nabi sangat mencintai Uwais al-Qarni. Keduanya saling merindukan tapi keduanya tidak pernah bersua hingga Nabi wafat.

Uwais telah berupaya menemui Nabi tapi tak terwujud sebab Uwais harus menjaga ibunya yang sakit berkepanjangan. Bagi Uwais, ibu adalah jihad cintanya sehingga tidak memisahkan cintanya pada ibunya dan rasulullah Saw.

Pembuktian cinta Uwais kepada Nabi ketika ia dengan berat hati titipkan ibunya pada tetangga sementara waktu. Uwaispun berjalan dari Yaman menuju Madinah sejarak 400-an kilo rela dilalui. Sayang beliau tak bertemu Nabi yang sedang berada di area peperangan, Uwais hanya bertemu Aisyah, istri Nabi.

Pengabdian Uwais pada ibunya mendapat pujian Nabi. Kepada sahabat, Nabi bersabda bahwa kelak ada seorang yang akan memberi syafaat selain dirinya, yakni Uwais. Nama Uwaispun terkenal dikalangan sehabat. Kemuliannya, sangat cinta Allah, Nabi dan ibunya.

Baca juga:

Uwais al-Qarni dikenal sufi yang zuhud dan qanaah. Tidak banyak yang mengenalnya. Seorang sufi kadang tidak terkenal di bumi tapi dikenal di langit.

Dalam silsilah kaum tarekat, nama Uwais al-Qarni dikenal seperti dalam tarekat qadiriyah. Sang sufi berhasil menyembunyikan sosoknya, jauh dari popularitas dan gemerlap duniawi dan hanya khusyu pada ikhtiarnya mencintai Allah pemilik cinta, mencintai nabi cinta, Rasulullah Saw dan ibunya.

Sejatinya kita teladaninya, menyatukan cinta pada Allah, Nabi dan orang tua. Gemerlap dunia kadang memalingkan manusia modern yang cintai dunia materialistik yang memalingkan dan melunturkan cintanya pada Allah, Nabi dan orang tua.

Firdaus Muhammad

(Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar dan Ketua Komisi Dakwah MUI Sulsel)

Komentar

Rekomendasi

Pesan-Pesan Ramadan dari New York

Vaksin Lebaran

Idul Fitri dan Fitrah Cinta

Memaafkan dan Dimaafkan

Keluarga Dokter

Abdul Qadir Jailani, Tarekat Cinta

AGH Muh Harisah Pecinta Ilmu

Hasan al-Bashri, Mengharap Cinta

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar