Hasan al-Bashri, Mengharap Cinta

Firdaus Muhammad. (terkini.id/hasbi) kolom firdaus muhammad
Firdaus Muhammad. (terkini.id/hasbi)

Hasan Bashri (642-728 M) adalah peletak dasar ilmu tasawuf. Beliau mengajarkan makna khauf (takut) dan raja’ (berharap). Ketakutan dan pengharapan menyatu semata kepada Allah. Setiap salik menapaki jalan menuju sang ilahi dengan rasa khauf dan raja’ tadi.

Latar hidupnya, beliau pada awalnya adalah budak yang dimerdekakan oleh Ummu Salamah, istri Rasulullah Saw dan Hasan Bashri saat bayi disusui oleh istri Nabi itu. Dalam darahnya mengalir kasih sayang dari perempuan mulia.

Adalah Imam Al-Ghazali menuliskan sosok Hasan Bashri bahwa perkataannya mendekati Rasululullah Saw. Petunjuk yang didapatnya seperti petunjuk para sahabat. Dalam Kitab Ihya Ulumuddin, Imam al-Ghazali menceritakan bahwa suatu ketika sang sufi itu ditanya, “Kenapa orang tahajud itu wajahnya bercahaya?

Ia menjawabnya, “karena orang yang jaga tahajudnya itu senantiasa bercengkarama dengan Allah, maka Allah melimpahkan cahaya-Nya kepada mereka”.

Tujuan hidup mereka semata untuk Allah, hanya mengharapkan cinta Allah. Sedikitpun tidak tergoda kehidupan dunia. Hati dan pikirannya sepenuhnya zuhud, khauf dan raja’ bersandar kepada ilahi.

Baca juga:

Zuhud itu bagi sufi, tidak memiliki apa-apa dan tidak pula memiliki siapa-siapa, demikian defenisi al-Junaidi. Ketakutan dan pengharapannya sepenuhnya bersandar pada Allah, hanya mengharapkan cinta Allah.

Untuk menyatukan khauf dan raja’ semestinya lebih awal mampu melawan dirinya sendiri. Fathullah menuliskan sosok Hasan Bashri, Ia memilih tinggal di Bashra, Irak. Sebelumnya mukim di kota Nabi, Madinah Munawwarah.

Nama kota Bashra diabadikan dalam namanya, al- Bashri. Sang sufi yang mengajarkan kepada kita semata mengharapkan cinta pada Allah sebagai jalan hidup, lalu memalingkan diri dari godaan duniawi yang bisa menghalangi jalan menuju ridha Allah. Menempuh jalan pengharapan meraih cinta-Nya.

Semoga !

Firdaus Muhammad

(Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar dan Ketua Komisi Dakwah MUI Sulsel)

Komentar

Rekomendasi

Pesan-Pesan Ramadan dari New York

Vaksin Lebaran

Idul Fitri dan Fitrah Cinta

Memaafkan dan Dimaafkan

Keluarga Dokter

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar