Aliansi Masyarakat Makassar Peduli RT/RW Geruduk Balai Kota, Tuntut Pemilu Raya
Komentar

Aliansi Masyarakat Makassar Peduli RT/RW Geruduk Balai Kota, Tuntut Pemilu Raya

Komentar

Terkini.id, Makassar – Ratusan Aliansi Masyarakat Makassar Peduli RT/RW menggeruduk Kantor Balai Kota Makassar. Mereka melayangkan dua tuntutan, pertama, cabut SK pengangkatan Pj RT/RW. Kedua, menggelar pemilu raya RT/RW secepatnya.

Merespons itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar Yeni Rahman mengusulkan seluruh Pj RT/RW yang diangkat tak ada dari kalangan pejabat sebelumnya. Hal itu, kata dia, jauh lebih adil.

“Tidak usah dipilih Pj, ganti semua. Ini kan masih ada RT/RW yang lalu diangkat jadi Pj. Orang bertanya-tanya lalu dihubungkan lah ke politik,” ujar Yeni, Senin, 21 Maret 2022.

Menurutnya, tugas paling fundamental dari RT/RW adalah soal pendataan terhadap warga. Kewenangan RT/RW tersebut, kata dia, berimplikasi pada bantuan yang masuk. 

“Jadi ributnya di situ, seandainya hanya mengurus biasa tidak akan ada keributan. Tapi karena menentukan siapa yang menerima bantuan makanya ribut,” tuturnya.

Baca Juga

Yeni juga mengusulkan semua urusan administrasi untuk sementara waktu langsung berhubungan ke kelurahan. Hal itu, kata dia, untuk menghemat anggaran dan menghindari kegaduhan. 

Pengangkatan Pj RT/RW tak memiliki batas masa tugas. Hal ini, kata Yeni, berpotensi menimbulkan kegaduhan jangka panjang di kalangan bawah. Ia mengatakan seharusnya pemerintah kota memberi kejelasan sejak awal.

“Tidak sehat pemerintahan kalau begitu, harusnya tegas kapan waktunya. Ini pasti akan ribut terus,” tuturnya.

“Dasarnya kenapa lama, apa kendalanya, kenapa harus diperlambat pemilu RT/RW. Ini harus dijelaskan ke publik,” sambungnya kemudian.

Ia pun meminta pemerintah kota lebih bijak dalam hal ini dengan berfokus pada solusi.