Alumni Polbangtan Gowa 2019 dinyatakan Kompeten pada Sertifikasi Pertanian Organik Level Fasilitator

Peserta Sertifikasi Polbangtan Gowa

Kegiatan Sertifikasi pertanian organik tanaman dan pertanian organik ternak bagi alumni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Senin (26/08/2019) bertempat di Aula Syekh Yusuf, secara resmi berakhir.

Sebanyak 118 Alumni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa Tahun 2019 yang mengikuti sertifikasi pertanian organik tanaman dan pertanian organik ternak yang diadakan secara mandiri oleh Tempat Uji Kompetensi (TUK) Polbangtan Gowa bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Pertanian (LSPP) Kementerian Pertanian dinyatakan “kompeten”.

Ketua pelaksana sekaligus Kepala TUK Polbangtan Gowa Drs. Syamsuddin, M.Pd dalam sambutannya pada acara penutupan mewakili Direktur Polbangtan Gowa menyebutkan jumlah asesor sebanyak 11 orang dan 1 orang dari LSP yang telah ditetapkan oleh LSP Pertanian Kementerian Pertanian. Sementara jumlah peserta uji sertifikasi sebanyak 118 orang. “Terdiri dari alumni prodi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) dan prodi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH)” ujarnya.

Syamsuddin menjelaskan, sertifikasi berlangsung selama 3 hari yang diawali dengan verifikasi kelengkapan administrasi dan penjelasan teknis pelaksanaan, kemudian hari kedua para peserta melaksanakan ujian tertulis, wawancara dan ujian praktik terkait “Pertanian organik tanaman dan Pertanian organik ternak.”

Di tempat terpisah, Dr. Syaifuddin, MP, selaku Direktur Polbangtan Gowa mengatakan bahwa pentingnya dilakukan asesmen ini adalah untuk membuktikan bahwa alumni Polbangtan Gowa telah terbukti mampu melaksanakan seluruh komponen yang harus dilakukan seorang asesi.

Selain itu, Syaifuddin, mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian institusi untuk membekali alumni dengan Surat Keterangan Pendamping Ijasah (SKPI) yang menjadi kewajiban setiap institusi pendidikan pada saat melepas alumninya.

Sementara itu, koordinator asesor Jamaluddin Al Afgani, MP menyatakan bahwa rangkaian kegiatan asesmen ini mencakup tiga kegiatan utama, yaitu pra asesmen (pengisian form-form permohonan asesmen dan asesmen mandiri), proses asesmen (verifikasi barbuk dan ujian tulis, wawancara dan unjuk kerja), serta keputusan asesmen. Dari 118 alumni Polbangtan Gowa 2019 yang ikut pada sertifikasi ini, 117 dinyatakan “kompeten” dan 1 orang dinyatakan ” tidak kompeten” karena tidak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sertifikasi. Lanjut katanya, bahwa tugas asesor adalah ingin melihat sejauhmana para asesi dengan instrumen yang dimiliki dengan memperlihatkan barbuk dan porto folio, selanjutnya mengimplementasikan kepada masyarakat.

“Keputusan asesmen dari asesor terhadap masing-masing asesi berupa rekomendasi “kompeten” yang akan diteruskan ke BNSP untuk penerbitan sertifikat,” ujar salah satu assesor yang melakukan asesmen bagi peserta sertifikasi kompetensi. (MUZ).

Komentar

Rekomendasi

Dr. Syaifuddin: makin banyak karya ilmiah yang dihasilkan, maka makin tinggi juga kompetensi diri dan berdampak pada reputasi institusi

Lewat Inaugurasi, Fakultas Kedokteran Unhas Lantik Anggota Baru KEMA FK UH

Mapala STIK Tamalatea Makassar Hadirkan Pakar Ulas Masalah Kesehatan Lingkungan

Lurah Tamanroya Jeneponto Apresiasi Seminar Jurnalistik yang Digelar Mahasiswa KKN UMI

Peduli Lingkungan Sekitar Kampus, Fakultas Teknik Unhas Pelopori Gerakan ‘Green Campus’

Aparatur Desa Boddie Pangkep Apresiasi Program Kerja Mahasiswa KKN UMMA

Gandeng YCCC, FKG Unhas Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Luwuk Banggai

Dr. Syaifuddin: Mentan SYL selalu membawa pesan terbaiknya untuk mahasiswa, jadikan motivasi

FKG Unhas Teken MoU dengan Pemkot Tarakan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar