Oleh: Shamsi Ali Al-Kajangi
Hari Jumat keempat adalah jadwal saya menyampaikan khutbah Jumat bulanan di gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York.
Khutbah di PBB New York adalah salah satu jadwal rutin (permanen) saya sejak tahun 1998 silam.
Selain dihadiri oleh para pejabat yang hadir sidang di PBB, pegawai dan staf kantor PBB, juga pada umumnya diplomat negara-negara Muslim melaksanakan Jumatan di sana.
Sebagaimana biasanya saya memilih tema-tema yang berkaitan dengan isu-isu internasional dan yang bersifat “current issue” (isu-isu kekinian) yang berkaitan dengan dunia global.
- Semifinal AAS Cup II 2026 Digelar Hari Ini, Alumni Unhas Berebut Tiket Final
- Haji Mabrur Tak Hanya Ritual, Tetapi Juga Kepedulian Sosial
- Semarak Pasar Murah di Lokasi TMMD, Warga Arungkeke Palantikang Bersyukur Kebutuhan Pangan Terjangkau
- Momen Mengharukan, 16 Tahun Menanti, Syifa Akhirnya Dipeluk Sang Ibu
- Tingkatkan Kesehatan Mental, Tim BK S2 UNM Uji Program Psikososial-Spiritual Murid SD di Makassar
Kali ini saya memilih tema yang menggambarkan keadaan dunia dan kehidupan manusia dalam setahun terakhir.
Tema yang menggambarkan berbagai permasalahan mendasar yang dihadapi oleh manusia dan dunia masa kini.
Tak disangkal lagi bahwa manusia dengan segala kemajuan materialnya sedang menghadapi permasalahan-permasalahan mendasar (foundational problems) yang sangat menantang dan kritis.
Permasalahan-permasalahan itu tanpa disadari sesungguhnya yang dirasakan beban beratnya oleh manusia bahkan menjadikan hidup manusia berada pada ambang kehancurannya (on the brink of destruction).
Permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh dunia dan kemanusiaan saat ini menyadarkan kita tentang Islam yang diyakini sebagai “al-hallu” (solusi) kehidupan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
