Anak Ditukar Beras di Makassar, Pelakunya Masih Buron

Anak Ditukar Beras di Makassar, Pelakunya Masih Buron

HZ
Isak Pasabuan
Hasbi Zainuddin

Tim Redaksi

Tekini.id, Makassar – Pelaku penculik AR (10 tahun), anak yang ditukar beras di salah satu warung di Jalan Pelita Raya, Kecamatan Rappocini, Makassar oleh orang tidak dikenal (OTK) masih jadi buronan polisi.

Kepala Subbagian Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando KS yang dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus itu mengatakan bahwa terduga pelaku saat ini masih dalam proses pengejaran.

“Sementara didalami karena laporan sudah kami terima dan itu sementara dalam penyelidikan. Dalam waktu dekat ini, semoga bisa cepat terungkap pelakunya,” kata AKP Lando, Jumat 10 September 2021.

Lebih jauh, Lando menegaskan bahwa kasus tersebut tidak termasuk dalam kasus penculikan, sebab modus kejahatan yang mengelabui anak dengan iming-iming, lalu menukarkannya dengan barang. 

Kasus ini kata Lando terlebih masuk ke dalam kasus penipuan sebab anak yang di bawah dititip agar penjual percaya pada pelaku

Baca Juga

“Olehnya itu kami tidak menyebut ini sebuah penculikan karena kalau penculikan itu korban (anak itu) pasti disekap atau diancam dan minta tebusan,” tegasnya. 

Sebelumnya diberitakan Terkini.id, pemilik warung, Risna (23) bercerita awal kejadian kasus itu. Menurutnya, pelaku datang bersama korban menggunakan sepeda motor metik, tidak banyak tingkah, pelaku disebut langsung turun dari motornya dan menawar beras.

“Kemarin (Selasa 7 September 2021) datang naik motor baru singgah di sini (warung). Bilangki (pelaku) berapa berasta, saya bilang Rp 235 ribu. Baru dia tawar bilang Rp 230 ribu mo, saya bilangmi tidak bisa karena sedikit sekali untungnya,” kata Risna saat ditemui di warung tempat kejadian perkara, Rabu 8 September 2021.

Tanpa ada obrolan panjang, Risan mengatakan pelaku langsung mengangkat satu karung beras ukuran 25 kilo disusul dua karung ukuran 10 kilo ikut di angkat ke atas kendaraanya.

Setelah itu kata Risna pelaku berpura-pura jika uang yang akan dipakai membayar beras tersebut ketinggalan dan meninggalkan bocah itu sebagai jaminan.

 
“Titip saja adekku (Risna menirukan ucapan pelaku). Saya bilang tidak bisa, teriak maka bilang jangan banyak sekali di ambil, baru langsung pergi gas motornya. Natinggalkanmi itu anak-anak (AR),” ujar dia.

Atas kejadian itu, Risna langsung menghubungi pihak kepolisian untuk mengamankan anak tersebut. Alasannya takut jika orang tuanya sedang mencari.

“Tidak bisama saya kejar karena naik motor baru saya telponki polisi, karena takutka juga kasi tinggal itu anak nanti marah orang tuanya,” terang Risna.

Kejadian itu disebut berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita. Ciri-ciri pelaku sendiri disebut memiliki pastur tubuh tinggi dan kurus menggunakan sepeda motor metik.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.