Ayah Tak Bayar Utang Dana Proyek, Anak Diculik

anak diculik
Ilustrasi Penculikan Anak (foto : terkini.id/Yusventus)

Terkini.id, Makassar – Seorang bocah dari Desa Manoan, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, ZS (12), menjadi korban penculikan oleh seorang pria warga setempat, Abdulloh (36).

Penculikan korban yang diketahui merupakan siswi SMP ini terungkap usai polisi mengamankan pelaku di wilayah Juanda, Surabaya.

Sebelumnya, orangtua korban melaporkan kasus penculikan anaknya itu ke pihak berwajib.

Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, tersangka menculik korban selama 8 hari.

“Setiap dua hari sekali lokasi penyekapan korban selalu berpindah,” ujar Rama, seperti dilansir dari Okezone, Sabtu, 11 Januari 2020.

Menarik untuk Anda:

Saat ini, kata Rama, tersangka telah diamankan di Mapolres Bangkalan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Rama menjelaskan, kasus penculikan berawal ketika korban berangkat ke sekolah naik motor beat dari rumah kakeknya pada Rabu 25 Desember pukul 13 30 WIB.

“Sesampai di tengah jalan, korban diberhentikan oleh tersangka yang telah menunggunya dengan mengendarai mobil Avanza,” ujarnya.

“Tersangka mencabut kunci motor, menarik tangan dan memasukkan korban ke dalam mobil. Motor korban dibawa Maskor yang sebelumnya berada dalam mobil. Kemudian korban beserta motornya dibawa rumah tersangka,” sambungnya.

Dua hari setelah korban diculik, tersangka kemudian dibawa ke rumah H Fathor di Desa Tramok, Kokop selama 2 hari.

“Kemudian dipindah ke rumah mertua tersangka, Nadi, di Desa Dupok,” tambahnya.

Pihak Polres Bangkalan kemudian bergerak membebaskan korban saat berada di Desa Dupok pada 2 Januari 2020.

“Motif di balik penculikan ini supaya orangtua korban takut dan menemui tersangka untuk memberikan uang proyek. Sebab sebelumnya ayah korban berjanji akan memberikan uang proyek jalan sebesar Rp200 juta,” ungkap Rama.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Beat, kerudung, baju dan rok milik korban.

“Tersangka dijerat dengan pasal 83 jo pasal 76F UU nomor 35 tahun 2014 perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ujar Rama.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kronologi Banjir Bandang di Lutra, 2 Meninggal Dunia 6 Hilang

Anggota Batalyon A Pelopor Jaga Rumah Sakit Haji, Cegah Pengambilan Paksa Jenasah

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar