Anak Meninggal akibat Corona, Satu Keluarga Dikucilkan dan Diusir Tetangga

Terkini.id, Jakarta – Keluarga pasien Positif COVID-19 yang meninggal dunia di Jakarta Utara mendapat perlakuan diskriminatif dari warga di lingkungan tempat tinggal mereka.

Pasalnya, usai anaknya meninggal akibat Corona, keluarga ini dikucilkan oleh para tetangga dan bahkan diusir dari rumah mereka di Jalan Wakakak 6, Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priuk, Jakarta Utara.

Peristiwa miris itu menuai reaksi dari berbagai pihak, salah satunya dari Ormas Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (Gercin) DPD DKI Jakarta.

Baca Juga: Kasus Corona Turun? Jangan Senang Dulu, Soalnya Masa Krisis Varian...

Ketua DPD Gercin Jakarta Irma sangat menyayangkan tindakan warga yang sangat tidak manusiawi lantaran mengusir orang tua dan keluarga korban Covid-19.

“Berduka karena hari Jumat anaknya sakit meninggal karena Covid-19, Sabtu belum cukup berduka diusir semua tetangga untuk meninggalkan kontrakan,” ucap Irma saat mengunjungi keluarga itu di kediamannya, Senin, 6 April 2020.

Baca Juga: Pemerintah Diimbau Bikin Aturan Jelas soal Corona, Puan: Jangan Buat...

Irma menjelaskan kronologi pengusiran keluarga tersebut dimana pihak RT/RW setempat dan kelurahan menyarankan agar mereka mengisolasi mandiri dan berdiam diri di rumah.

“Sampai tetap ribut karena anaknya yang kecil juga keluar rumah dan batuk-batuk juga makin, takutlah semua tetangga,” jelasnya.

Menurut Irma, seharusnya pemerintah turun mensosialisasikan ke warga untuk tidak mengusir siapapun yang terindikasi Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19.

Baca Juga: Ini Penyebab Kematian Covid Indonesia Lebih Tinggi Dibanding Negara Lain

“Seharusnya pemerintah menyarankan kepada warganya agar OPD tidak dikucilkan oleh warganya, harusnya ada support semua tetangga. Dalam kedukaan anaknya meninggal,” imbuhnya.

Irma pun meminta kepada pemerintah Jakarta Utara agar memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat untuk segera menghubungi pemerintah bila ada kejadian serupa, agar tak menimbulkan kepanikan terhadap warga.

“Sosialisasi ke warga secara langsung. menghubungi siapa dan kemana, biar ada konfirmasi yang pas yang bisa langsung memberikan solusi dalam masalah tersebut. Hingga tak menimbulkan kepanikan dan masalah ketentraman antar tetangga,” tandasnya.

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Jakarta Terkini : https://jakarta.terkini.id/2020/04/06/anaknya-meningal-karena-covid-19-keluarga-korban-hampir-diusir-warga/

Bagikan