Terkini.id, Jakarta – Aktivis dan pegiat media sosial, Nicho Silalahi menanggapi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang mengatakan bahwa ia akan memberlakukan sistem seperti di zaman Presiden Soeharto.
Nicho Silalahi mengatakan bahwa aroma penembak misterius (petrus) semakin anyir dan rezim ini semakin mengarah ke otoriter.
“Wah Aroma Petrus Semangkin Anyir dan Rezim sudah mengarah ke Otoriter,” katanya melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa, 23 November 2021.
“Gini kalau ahli strategi perang Gerilya lawan BALIHO dengan Panser di jadikan Pucuk Pimpinan, Noh udah ditunggu TERORIS di Papua. Kurang Radikal Apalagi tuh Teroris yang bantai Nakes?” tambahnya.
Adapun Jenderal Dudung mengatakan akan memberlakukan sistem zaman Soeharto seperti saat menanggapi soal terkait gerakan radikalisme yang muncul di Indonesia.
- Bawaslu dan MK Disebut tidak Bisa Selesaikan Dugaan Kecurangan Pemilu, Aktivis ini Ajak Makzulkan Jokowi
- Kekayaan Nicke Widyawati jadi Sorotan, Nicho Silalahi: Yang Dilaporkan Aja Segini!
- Nicho Silalahi Ke Erick Thohir: Kalau Udah Tahu Bodoh Ya Mundur!
- Nicho Silalahi Kritik Keras Pengesahan RKUHP: Selamat Datang Orba Bertopengkan Merakyat
- Puan Maharani Hadiri Muktamar Muhammadiyah, Nicho Silalahi: Buat Apa Kalian Undang!
Jenderal Dudung mengatakan bahwa sebagai upaya untuk mencegah adanya gerakan radikalisme, ia bakal memerintahkan seluruh prajurit TNI AD turun tangan.
“Saya akan perintahkan seluruh prajurit peka terhadap perkembangan situasi menyangkut ekstrem kiri dan kanan,” katanya pada Senin, 22 November 2021, dilansir dari Kompas.
Jenderal Dudung mengatakan itu utamanya mengenai kelompok-kelompok yang mencoba melakukan tindakan radikalisme.
“Saya bilang, kalau ada informasi-informasi, saya akan berlakukan seperti zaman Pak Soeharto dulu. Para babinsa itu harus tahu, jarum jatuh pun dia harus tahu,” ujarnya.
Jenderal Dudung menekankan bahwa pihaknya akan segera mengambil tindakan kalau ada organisasi yang mencoba mengganggu persatuan dan kesatuan Indonesia.
“Jadi, kalau ada organisasi yang coba mengganggu persatuan dan kesatuan, jangan banyak diskusi, jangan terlalu banyak berpikir tetapi lakukan,” katanya.
Selain itu, Jenderal Dudung mengatakan agar TNI segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian jika menemukan kelompok-kelompok yang hendak mengganggu tersebut.
“Segera berkoordinasi dengan kepolisian untuk dilakukan tindakan-tindakan yang tegas. Itu merupakan bagian dari Tujuh Perintah Harian KSAD,” tegasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
