Ancam Istri dan Parangi Polisi, Residivis Curanmor Didor di Jeneponto

Anggota Sat Reskrim Polres Jeneponto yang ditebas parang oleh pelaku residivis curanmor yang diringkus di Kacamatan Rumbia,Kamis,3 Oktober 2019

Terkini.id,Jeneponto – Tim Pegasus Reskrim Polres Jeneponto berhasil membekuk pelaku resedivis tindak pidana pencurian motor di Kampung Ramba, Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Kamis, 3 Oktober 2019 kemarin.

Penangkapan residivis curanmor lelaki Salam Bin Di’ding (27), yang  dipimpin KaTim Pegasus Sat Reskrim Polres Jeneponto,Aipda Abd Rasyad, berlangsung sekira pukul 22.30 Wita malam.

Residivis curanmor lelaki itu diringkus berdasarkan, 13 laporan kepolisian tindak pidana curanmor di Polres Jeneponto dan 3 Laporan di Polres Bantaeng.

Berdasarkan 16 laporan kepolisian itu, pelaku masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh pihak Kepolisian.

“Sekitar pukul 21.30 Wita, kami  Tim Pegasus Polres Jeneponto mendapat informasi dari masyarakat terkait keberadaan Pelaku, sehingga kami berkoodinasi TMC Resmob Polda Sulsel,” kata Aipda Rasyad kepada terkini.id, Jumat, 4 Oktober 2019.

Usai berkoordinasi dengan pelaku, sehingga kami berkoodinasi TMC Resmob Polda Sulsel, Tim Pegasus Polres Jeneponto langsung bergerak ke lokasi.

“Setelah sampai di tempat persembunyian pelaku, kami Tim Pegasus langsung mengepung rumah tersebut dan 2 anggota mengetuk pintu untuk memastikan pelaku ada di dalam rumah, namun pada saat diketuk pelaku terlihat hendak melompat dari atas rumah,” Jelas Aipda Abd Rasyad

Menurut, Aipda Abd Rasyad, Pelaku melawan polis dengan senjata tajam berupa parang panjang.

“Pelaku mengambil parang panjang, dan menyandra istrinya denga memegang leher istrinya dari belakang sambil mengancam akan dibunuh jika dirinya ditangkap. Kami mundur dan memberi beberapa kali memberikan peringatan untuk menyerahkan diri,” ungkap Aipda Abd Rasyad.

Lebih lanjut Rasyad menjelaskan, pelaku menyeret istrinya untuk melarikan diri dan melukai satu orang anggota kepolisian.

“Pelaku melakukan perlawanan dengan memarangi salah satu anggota dan mengenai lengannya, sehingga dengan keadaan mendesak untuk menyelamatkan anggota dari ancaman yang membahayakan nyawanya, anggota melumpuhkan pelaku dengan dua kali tembakan,” ujarnya.

Namun pelaku tetap melawan dengan mengagungkan parang panjang ke arah petugas sehingga dilakukan tindakan yang sangat perlu untuk menyelamatkan angggota.

“Terpaksa dilakukan penembakan dan anggota pun langsung mengamankan pelaku dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Lanto Daeng Pasewang dalam keadaan masih bernafas dan bergerak, akan tetapi setelah sampai di rumah sakit dokter menyatakan bahwa pelaku telah meninggal dunia,” tutup Aipda Abd Rasyad.

Berita Terkait
Komentar
Terkini