Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik Rocky Gerung buka suara menanggapi anggaran pembelian gorden DPR yang mencapai Rp48,7 miliar.
Biaya fantastis tersebut diketahui akan digunakan untuk mengganti gorden di 505 unit rumah jabatan anggota DPR.
Artinya, setiap unit rumah dinas akan mendapatkan anggaran sekitar Rp90 juta untuk gorden dan pajak.
Hal itu pun tentu saja mengundang banyak kontra dan kegeraman masyarakat, mengingat kondisi berat yang mereka rasakan saat ini.
Bayangkan saja, di tengah kenaikan beragam harga bahan pokok hingga kelangkaan minyak goreng dan solar, DPR justru menganggarkan sesuatu yang tidak mendesak.
- Diskusi Situasi Global di UNM, Pembicara Soroti Penurunan Kualitas Demokrasi Indonesia
- Rocky Gerung Saran ke Anies Untuk Tak Maju Dalam Pilgub Jakarta
- Rocky Gerung Beri Tanggapan, Usai Tim PDIP Cabut Laporannya
- Rocky Gerung Akui Sudah Jadi Tersangka
- Kasus Penyebaran Berita Bohong Rocky Gerung Naik Penyidikan
Namun, wakil rakyat beralasan gorden mereka sudah lama tak diganti sehingga usang dan tak layak pakai lantaran terakhir DPR dapat gorden baru, yaitu 13 tahun lalu.
Lewat akun YouTube-nya, Rocky Gerung pun mengkritik keras sikap DPR yang seakan tidak peka dengan penderitaan masyarakat.
Filsuf jebolan Universitas Indonesia itu menyebut pergantian gorden sangat tidak mendesak di tengah kondisi bangsa yang tidak stabil. Ia meminta DPR menimbang ulang penganggaran tersebut.
“Kau enggak punya hati, dari awal enggak punya hati. Kau enggak punya otak, gorden bukan kebutuhan dasar anggota DPR,” ujarnya saat berdiskusi dengan jurnalis senior Hersubeno Arief, dikutip dari Suara, jaringan terkini.id, pada Kamis, 31 Maret 2022.
Rocky pun menganalogikan sebagus apapun gorden yang dibeli tidak akan mampu menutup kebusukan para anggota DPR.
“Mereka pikir kalau gordennya tebal, mata rakyat enggak akan nyampai untuk tahu bahwa mereka koruptor,” cibirnya.
“Angka fantastis, ajaib memang. Kondisi susah malah pamer gorden, mestinya pamer otak.”
Hersubeno dalam konten Youtube bung Rocky pun berpendapat bahwa sebaiknya pemerintah melakukan intropeksi diri.
Ia menilai DPR tidak peka dengan banyaknya permasalahan yang sedang terjadi di Indonesia.
“505 rumah anggaran Rp48,7 miliar. Angka fantastis, wajar warga semakin marah. Sekarang tone masyarakat itu seperti marah terus dengan kondisi saat ini,” tutur Hersubeno.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
