Terkini.id, Makassar – Anggaran penanganan Covid-19 di Kota Makassar dinilai tak transparan. Pasalnya, pemerintah kota enggan merinci jumlah pengeluaran anggaran Covid-19.
Menanggapi itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Makassar, Ismail Hajiali mengatakan seluruh anggaran yang telah disiapkan tidak serta merta bisa dicairkan begitu saja, namun mesti melalui beberapa proses.
Menurut Ismail, secara keseluruhan anggaran bukan hanya bantuan sembako melainkan ada beberapa yang digunakan untuk keperluan medis, seperti APD dan perawatan pasien.
“Termasuk biaya operasional, biaya perlengkapan Rumah Sakit Daya, biaya dokter yang setiap saat melakukan pelayanan dan lain-lainnya,” kata Ismail.
Ismail mengaku anggaran disiapkan sebanyak ratusan miliar rupiah sebelumnya sudah terpakai Rp 30 miliar untuk biaya tak terduga dan PSBB, serta puluhan miliar dipakai sebagai penanggulangan bencana, sembako dan logistik.
- Wali Kota Makassar Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Kontainer Makassar Recover
- Kasus Covid-19 di Makassar Meningkat, Diduga Karena Lemahnya Penerapan Protokol Kesehatan
- Keluar Zona Episentrum Covid-19, Rudy Apresiasi Aparatur Kecamatan Rappocini
- Di Bawah Standar WHO, Positive Rate Covid-19 Makassar 4,6 Persen
- Pj Rudy Sebut Angka Terpapar Covid-19 di Makassar Bisa Dikendalikan
“Jadi tidak usah khawatir persoalan anggaran karena semua ini akan kita pertanggungjawabkan. Anggaran untuk Covid-19 ini tidak begitu saja langsung dihabiskan,” ungkapnya.
Dia menilai kurang lebih Rp 700 miliar akan disiapkan Pemerintah Kota Makassar merupakan angka maksimal. Selain itu, Ismail menyebut dana kelurahan yang dipakai untuk mendukung operasional.
“Dana kelurahan itukan lumayan untuk dipakai operasional di bawah, banyak anggaran tetapi belum bisa dibelanjakan karena tidak ada barang, contoh APD barangnya tidak ada sementara ada kita siapkan dana karena tak mungkin mau bayar sementara tidak ada barangnya,” jelasnya.
Sementara, Anggota DPRD Makassar Syamsuddin Raga menyebut banyaknya anggaran yang digunakan tidak sepadan dengan kinerja pemerintah.
“Bantuan saja sudah ada semua tetapi belum maksimal pembagiannya, seharusnya ini menjadi perhatian pemerintah,” terangnya.
Syamsuddin Raga menegaskan bahwa transparansi anggaran penanganan Covid-19 sangat penting agar DPRD bisa melakukan tugasnya untuk pengawasan.
“Transparansi sangat penting untuk kita, apalagi saat ini belum jelas kemana semua itu anggaran,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
