Terkini.id – Pembangunan Stadion Mattoangin sudah dipastikan tidak dilanjutkan pada tahun 2022 ini. Sehingga anggaran yang telah dikucurkan dan disepakati pada tahun 2022 ini sebesar Rp66 miliar terancam menjadi silpa.
Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Rahman Pina mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat dengan dinas pemuda dan Olahraga dan mereka menyampaikan sisa waktu tinggal beberapa bulan lagi dan proses tender beberapa kali gagal hingga gugatan di Pengadilan Negeri Makassar.
“Maksimal yang mereka bisa gunakan hanya untuk pra persiapan. Jadi kemungkinan anggaran yang bisa digunakan hanya sekitar Rp 5 miliar sampai Rp 10 miliar saja,” kata Rahman Pina saat ditemui di DPRD Sulsel, Jumat 16 September 2022.
Dirinya menyebutkan tidak adanya kepastian dari pemerintah pastinya sangat kecewa karena publik sangat mengharapkan ada stadion megah di Kota Makassar. Tapi kenyataan tidak selesai.
“Tapi semua teknisinya lebih baik tanyakan ke Kadispora,” ucapnya.
- Ketua DPRD Sulsel Siap Kawal Aspirasi BADKO HMI Sesuai Kewenangan Pemerintah
- Tak Ada Anggaran Hibah, Ketua DPRD Sulsel Upayakan Dana NPCI Lewat APBD Perubahan
- Kepala Sekolah Disuruh Tandatangan Surat Pengunduran Diri, Komisi E DPRD Sulsel Minta Dihentikan
- Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi Ikuti Pelatihan PAKU Integritas 2026 yang Digelar KPK
- Sulsel Raih WTP, BPK Temukan Persoalan Keuangan Serta Soroti Utang Beban dan Dana Bagi Hasil Rp705 Miliar
Disinggu jika anggaran tersebut tidak dipakai pastinya berpotensi menjadi silfa. Padahal masih banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memerlukan anggaran seperti pembangunan rumah sakit regional di Bone hingga penambahan sekolah atau ruang sekolah.
Politikus Golkar ini menyebutkan dirinya belum tau kalau itu, karena harus dilakukan pembahasan lagi di Badan Anggaran (Banggar).
“Kita belum ke arah sana (alihkan anggaran) karena harus diputuskan bersama di Komisi dan Banggar, dimana mendesak apakah rumah sakit atau pendidikan,” jelasnya.
Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Ady Ansar melanjutkan seharusnya dinas pemuda olahraga jujur apakah bisa merelasikan anggaran Rp66 miliar tersebut. Namun yang bisa digunakan hanya Rp 5 miliar.
“Mungkin Rp 5 miliar itu ingin meratahaan tanah kah, atau apa, tapi pastinya nanti kita akan minta rinciannya itu,” lanjutnya.
Politikus NasDem ini secara pribadi dia sangat pesimis jika stadion Mattoangin akan dibangun tahun 2022 walau pemerintah Provinsi memiliki niat untuk melakukan pembangunan, namun proses lelang sudah beberapa kali tender. “Kan ada angkanya, tapi perencanaanya salah dari jumlah kapasitas besar menjadi kecil,” ucapnya.
Untuk dialihkan, Politikus NasDem kata dia bisa saja.
“Tapi yang mengatur semuanya TPAD, dan anggaran tidak digunakan berpotensi jadi silpa dan bisa jadi menjadi kegiatan baru di Provinsi. Tapi TPAD yang akan melakukan kajian semua,” jelasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
