Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin Beberkan Fakta Baru Kasus Tabrak Lari oleh Anggota TNI

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin Beberkan Fakta Baru Kasus Tabrak Lari oleh Anggota TNI

R
Cici Permatasari
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin beberkan fakta baru terkait kasus, tiga prajurit TNI pembunuh dua sejoli Handi Saputra (18) dan Salsabila (14) yang terjadi pada Rabu, 8 Desember 2021.

Menurut Hasanuddin, para pelaku awalnya sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Cilacap, Jawa Tengah. Perjalanan tersebut melewati Nagreg, Bandung, Jawa Barat.

Keterkaitan tiga prajurit TNI, Kolonel Priyanto, Kopra Dua DA, dan Kopral Dua Ahmad, juga diungkapkan Mayjen TNI (Purn).

Hasanuddin mengaku selama menjabat sebagai Dandim di Jawa Tengah, DA dan Ahmad adalah bawahan Kolonel Priyanto.

“Kalau 2 tamtama yang mendampingi Kolonel itu, itu yang satu dariKodam Diponegoro. Dulunya itupengemudi dia (Kolonel Priyanto) pada saat jadi Dandim di Jawa Tengah,” kata Hasannuddin kepada wartawan, Rabu 29 Desember 2021. Dilansir dari detikcom. Kamis, 30 Desember 2021.

Baca Juga

Kolonel Priyanto disebut berperan mengemudikan mobil saat peristiwa tabrakan terjadi. Kopda DA dan Kopda AS disebut ikut dalam mobil tersebut untuk mendampingi kolonel Priyanto.

“Kalau dua tamtama yang mendampingi kolonel itu, itu yang satu dari kodam Diponegoro. Dulunya itu pengemudi dia Kolonel Priyanto) pada saat jadi Dandim di jawa Tengah,” ucap TB Hasanuddin.

Usai mobil hitam yang ditumpangi ketinganya terlibat tabrakan di Nagreg, Jawa Barat, mereka kemudian mengangkut dan membawa tubuh Handi-Salsa ke mobil. Saat ditabrak, Handi Salsa tengah berboncengan menggunakan sepeda motor.

Pemobil langsung tancap gas ke arah Limbangan dengan alasan akan membawa sejoli tersebut ke rumah sakit. Ketiganya terekam kamera warga tengah mengevakuasi korban kecelakaan.

Beberapa hari kemudian, mayat Handi-Salsa ditemukan di sungai Serayu, Jawa Tengah. Pelaku diduga kuat sengajaa membuang tubuh sejoli tersebut.

Hasanuddin sendiri mengecam keras tindakan 3 prajurit Tni membunuh Handi dan Salsa. Hasnuddin meminta ketiga prajurit tersebut dihukum berat dan dipecat dari TNI.

“Atas nama rakyat, saya meminta ketiga oknum TNI AD pelaku tabrak lari sekaligus ppembunuhan ini dihukum berat, dan diberikan hukuman tambahan dipecat dari dinas militer,” ujarnya.

Hasanuddin mengaku miris prajurit TNI justru menjadi pelaku kasus pembunuhan Handi dan Salsa.

Terlebih, kata politisi PDIP itu, salah seorang pelaku berpangkat kolonel yang notabenenya perwira menengah di TNI.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.