Masuk

Anies Baswedan Tegaskan Tidak Pernah Bayar Pasukan Untuk Bertempur di Media Sosial

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Anies Baswedan akhirnya buka suara perihal tuduhan kalau dirinya membayar pasukan untuk bertempur di media sosial alias buzzer.

Melalui saluran YouTube Refly Harun, Anies Baswedan menegaskan selama ini tidak pernah memanfaatkan jasa seorang buzzer dalam melakukan kegiatan politiknya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga mempersilahkan masyarakat untuk mencari tahu tentang apakah dirinya berkata jujur terkait hal ini.

Baca Juga: Anggap Demokrasi Indonesia Menurun, Anies Baswedan Singgung IKN

“Saya menjawab dengan rekam jejak, jawab besok belum tentu, yang sudah saja. Apakah selama saya bertugas menggunakan buzzer? Apakah menggunakan pasukan berbayar untuk bertempur di sosial media? Enggak. Boleh dicek,” ujar Anies Baswedan, dikutip dari saluran YouTube Refly Harun, Kamis 1 Desember 2022.

“Saya tidak menggunakan (buzzer), kemarin, otomatis bisa diprediksi besok juga enggak pakai. Gitu kira-kira,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Anies Baswedan menjelaskan selama menjadi pengguna media sosial, mantan Menteri Pendidikan ini selalu berusaha untuk menyebarkan berita yang positif dan terjamin kebenarannya.

Baca Juga: Soal Rumor Anies Baswedan Tidak Lanjutkan Program IKN Jokowi, NasDem Buka Suara

“Tapi kalau kita menyampaikan kabar tadi, mesin pencetak fakta-fakta tidak benar, itu merendahkan audiens kita, nah penghargaan itu lah yang ingin kita jaga,” katanya.

Anies Baswedan menekankan kalau dirinya adalah tipe orang yang tidak memperdulikan apa kata pengguna media sosial terkait dirinya.

Baginya, hanya pendapat sejarawan yang dianggap penting dan bernilai.

“Apa yang disampaikan di media sosial hari ini itu 2-3 minggu lagi akan lewat kok. Di sosial media kita bisa dipuji-puji setinggi langit, sekarang. Besok bisa dicaci-maki luar biasa. Tetapi para sejarawan akan menilai kita dengan data yang lengkap. Mereka akan menulis dengan informasi yang lengkap,” tuturnya.