Dengan terbuka kelompok garis keras warga putih (white supremacy) Inggris melakukan penyerangan dan kekerasan ke warga Muslim dan merusak beberapa rumah ibadah (Masjid).
Hal yang kini menjadi pemandangan memalukan di Inggris ini hanya menguatkan kembali minimal dua hal: satu, kerapuhan fondasi demokrasi yang seharusnya menjunjung tinggi kemerdekaan masyarakat, termasuk kemerdekaan beragama.
Dua, kemunafikan-kemunafikan pengakuan (claim) Inggris yang seolah lebih beradab dan dengan nilai-nilai universal (HAM; kebebasan, keadilan dan kemuliaan manusia).
Lebih dari itu, ledakan kekerasan-kekerasan ini juga mengekspos Islamophobia dan kebencian yang sangat mengakar di kalangan masyarakat Eropa dan Barat.
Islamophobia dan kebencian yang selama ini sengaja ditutupi dengan berbagai propaganda “nilai-nilai” (values) itu ternyata kenyataannya banyak bersifat“lip service” semata.
- Lukman B Kady Serap Aspirasi Warga Bontoala Saat Pengawasan APBD 2026
- Selain Dinas Perkimtan Gowa, Polisi Juga Usut Dugaan Korupsi Rehabilitasi Masjid Agung Syekh Yusuf
- Besok, DPRD Gowa Hadirkan Tiga Pakar Hukum Unhas untuk Menguji Objek Hak Angket
- Herman Kajang: Jangan Biarkan Nama Kajang Tercoreng oleh Ulah Segelintir Orang
- Tandai 51 Tahun Perjalanan, Sompo Insurance Gelar Festival Seni Budaya dan Kesehatan
Dan kalaupun benar adanya, fondasi nilai-nilai itu sangat rapuh. Dalam bahasa Al-Quran: “maa lahaa min qaraar” (tidak memiliki fondasi).
Pengakuan Eropa dan Barat (termasuk Amerika) dengan nilai-nilai itu; seperti demokrasi, kemerdekaan, keadilan, penghormatan kepada hak-hak dasar manusia dalam kenyataannya, selain seringkali mengalami pencorengan dengan standar ganda (double standard) juga tidak memiliki akar yang kuat dan meyakinkan dalam realita kehidupan mereka. Pengakuan itu sangat rapuh, mudah goyah, bahkan tumbang.
Untuk memahami semua itu kita bisa ikuti berbagai peristiwa yang melibatkan negara-negara Barat, termasuk Amerika.
Kita masih ingat peristiwa kekerasan-kekerasan yang dialami oleh rakyat sipil di Afghanistan dan Irak. Mungkin yang paling heboh beberapa tahun lalu adalah peristiwa Abu Ghuraib di Irak.
Bahkan dalam beberapa bulan terakhir karakter ganda dan kerapuhan pengakuan nilai (kebebasan dan keadilan) itu semakin terbuka (exposed).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
