Muhyiddin menjelaskan program duta anti narkoba merupakan hasil kerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, BNNP Sulawesi Selatan, dan Dinas Kesehatan Kota Makassar. Program ini menyasar 61.218 siswa SMP, 38.953 siswa SMA, dan 25.742 siswa SMK yang sudah dilaksanakan di 288 SMP, 168 SMA, dan 81 SMK.
Namun pelaksanaan kampanye ini belum maksimal. Buktinya masih saja ada beberapa siswa yang mengaku belum pernah mengikuti bimbingan atau konseling dari program duta anti merokok.
Misalnya, MH (14) siswa SMP di Makassar yang sudah merokok sejak duduk di bangku sekolah dasar dan belum pernah mendapatkan pembinaan atau pun konseling.
“Saya sering merokok, biasa juga di dalam sekolah tapi sebelumnya belum pernah ikut konseling” ungkapnya.
Begitu juga dengan WA (17) siswa SMA di Makassar. Ia mengaku belum pernah mengikuti program kampanye anti rokok di sekolah. Padahal dirinya sudah merokok sejak di bangku SMP.
- DPRD Sulsel Akan Fokus Tuntaskan Tiga Ranperda
- Sebelum Dibahas Gubernur bersama DPRD Sulsel, Bapemperda Konsultasikan 2 Ranperda
- Pemprov dan DPRD Sulsel Setujui 4 Peraturan Daerah Baru
- DPRD Makassar Tuntaskan 12 Peraturan Daerah Tahun 2023
- RPG Pimpin Bapemperda Sulsel ke Bali Terkait Analisis Kebutuhan Perda
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin mengakui memang adanya kemungkinan program ini belum maksimal dalam melibatkan semua siswa. Penyebabnya karena adanya aturan sekolah daring dalam dua tahun terakhir.
“Ini kan kita menyasar banyak sekolah juga, ditambah sekarang juga ada pembatasan waktu belajar di sekolah jadi itu salah satu tantangan bagi kita. Kita sulit melakukan kampanye karena kan kemarin sekolah online,” jelasnya.
Jadi untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Pendidikan Kota Makassar telah mengeluarkan imbauan kepada kepala sekolah dan guru untuk terus mengingatkan siswa bahaya rokok dalam proses belajar-melajar mereka.
“Selain itu kita juga tetap mengimbau pihak sekolah untuk selalu menerapkan KTR dan juga terus menyinggung efek negatif rokok karena masih sulit untuk melakukan kegiatan,” jelasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
