Apa Kabar Perda Kawasan Tanpa Rokok Makassar?

Apa Kabar Perda Kawasan Tanpa Rokok Makassar?

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Upaya menurunkan jumlah perokok anak tidak hanya menjadi tugas guru dan kepala sekolah, orang tua pun berperan sangat penting dalam hal ini. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (DP3A), Achi Soelaiman berpendapat, kurangnya pengawasan orang tua juga menjadi salah satu penyebab masih bertambahnya angka perokok anak.

“Karena anak juga mencontoh orang tua, jadi setelah mendapatkan bimbingan dari program duta anti rokok setelahnya harus ada pengawasan ketat juga dari orang tua,” ucapnya.

Achi mengungapkan saat ini di setiap sekolah sudah diberlakukan aturan pemanggilan orang tua ketika ada siswa yang kedapatan melanggar aturan kawasan tanpa rokok. 

“Jadi setiap ada yang melanggar, dipanggil orang tuanya dan ikut diberikan arahan oleh pihak sekolah,” jelasnya.

Baca Juga

Direktur Hasanuddin Contact, Alimin, juga membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pemberian pemahaman dan pengawasan harus konsisten dilakukan dan harus melibatkan semua pihak guna menurunkan angka perokok anak di Kota Makassar.

“Ini tugas kita bersama dan butuh komitmen yang kuat serta keterlibatan pihak sekolah, organisasi perangkat daerah (OPD), sampai orang tua,” tegasnya.

Hingga sekarang pemberlakukan kawasan tanpa rokok masih belum efektif untuk menurunkan jumlah perokok anak di Kota Makassar. 

Menciptakan 100 persen kawasan tanpa rokok bukanlah hal yang mudah. Sebab, penerapan kawasan tanpa rokok memerlukan partisipasi masyarakat dan komitmen pemerintah.

Penulis: Andi Maya Dwi Astuti

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.