ARN Buka Festival Pop Singer 2020 se Kota Makassar

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Makassar– Bakal calon Walikota Makassar 2020, Abdul Rachmat Noer membuka Festival Pop Singer 2020 yang dilaksanakan oleh Seaweed Community Makassar, Jumat, 24 Januari 2020.

Ketua Pantia Syaiful Bachri melaporkan, acara akan berlangsung selama 3 hari sejak Jumat hingga Minggu malam, diikuti 75 peserta se Kota Makassar. “Jumlahnya membludak dan karena keterbatasan waktu maka jumlah peserta kami batasi,” jelas Syaiful.

Bakal calon Wakikota Makassar, Abdul Rachmat Noer memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada penyelenggara yang telah berupaya melaksanakan festival pop singer. “Beberapa tahun terakhir ini, jarang sekali dilakukan kegiatan seni budaya di Makassar dan hari ini, warga kota Makassar akan disuguhi even kesenian yang luar biasa,” tutur ARN.

Rachmat berharap dari festival pop singer ini akan lahir talenta-talenta penyanyi di Makassar.

Menurutnya, Makassar itu gudangnya para penyanyi, bukan hanya level lokal tetapi juga nasional bahkan internasional. Dulu kita punya Andi Meriam Mattalatta yang sangat populer di tanah air hingga manca negara. “Selain Andi Meriam, juga beberapa penyanyi nasional yang berasal dari Makassar,” ungkap ARN.

Menarik untuk Anda:

Melalui event ini, tentu kita semua berharap akan lahir lagi penyanyi-penyanyi yang penuh talenta dari Makassar. “Penyanyi yang tidak sekedar bermodalkan wajah cantik tetapi yang paling penting lagi memiliki kualitas suara dan teknik menyanyi yang baik,” papar Rachmat.

Panitia menyediakan sejumlah hadiah bernilai puluhan juta rupiah kepada pemenang mulai dari uang tunai hingga hadiah hiburan lainnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Setelah Empat Tahun, Akhirnya Insentif Guru Ngaji Cair, Muzayyin: Tugas Kita Melayani Rakyat

PW Salimah Sulsel akan Gelar Muswil, Catat Tanggalnya

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar