Terkini.id, Moskow – Ketegangan terjadi di udara Crimea, Rusia setelah 3 pesawat pembom Amerika terdeteksi mendekati perbatasan negara tersebut.
Militer Rusia mengerahkan delapan jet tempur setelah mendeteksi tiga pesawat pembom strategis B-52H Angkatan Udara AS mendekati perbatasan negara pada hari Jumat.
Delapan pesawat jet tempur itu dikerahkan untuk mencegat tiga pesawat pembom Amerika Serikat (AS) yang mendekati Crimea pada hari Jumat.
Misi Washington unjuk kekuatan militer di atas wilayah udara Ukraina tersebut merupakan penerbangan langka.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pihak kontrol wilayah udara yang mendetekasi 3 pesawat pembom itu.
- Kisah Bupati Lutim: Menunda Kuliah, Jadi Sopir, Lalu Raih Cumlaude
- Wali Kota Munafri Bersama Wamenbud RI Bahas Event Nasional KMI 2026 Dipusatkan di Makassar
- Beredar Seruan Aksi Dukungan untuk JK,KALLA Minta Semua Pihak Menahan Diri
- Gelar Aksi Ujuk Rasa, NasDem Sulsel Tolak Narasi Pemberitaan yang Dinilai Menyesatkan
- Macawa Fest 2026 Tawarkan Pengalaman Event Berstandar Global
Sebanyak empat jet tempur Su-27 dan empat jet tempur Su-30 dengan cepat dilesatkan, dan mengawal tiga pesawat Amerika menjauh dari wilayah udara Rusia.
“Pelanggaran perbatasan negara Federasi Rusia oleh pesawat Amerika tidak diizinkan,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia yang dilansir Russia Today, Sabtu 5 September 2020.
Laporan media Moskow tersebut menambahkan ketika tiga pesawat pembom AS terbang di atas wilayah udara Ukraina, sejumlah besar kapal serta pesawat pengumpul intelijen Amerika dan Inggris bersembunyi di atas wilayah udara Ukraina dan di Laut Hitam.
Aksi tersebut menunjukkan bahwa pesawat-pesawat pembom B-52 terindikasi telah menguji radar dan pertahanan udara Rusia di atas Crimea, wilayah yang telah menjadi bagian dari Rusia setelah referendum pada Maret 2014.
Taktik semacam itu biasa terjadi selama Perang Dingin, namun jauh lebih jarang di zaman modern.
Selain mengendus situs radar dan sistem pertahanan rudal, penerbangan ketiga pembom AS kemungkinan dimaksudkan sebagai unjuk kekuatan, dengan tujuan untuk menunjukkan dukungan AS untuk Ukraina.
Komando Eropa-AS mengakui misi ketiga pesawat pembom berkemampuan nuklir tersebut pada Jumat malam. Menurut komando itu, ketiga pesawat pembom Amerika bergabung dengan jet tempur Ukraina.
“Misi tersebut memberi Ukraina pelatihan udara yang berharga, dan menunjukkan kemampuan AS dan NATO untuk menghalau Rusia serta meyakinkan sekutu dan mitra,” kata Komando Eropa-AS dalam siaran pers.
Interaksi pada hari Jumat bukanlah insiden yang terisolasi. Jet-jet tempur Rusia terbang kurang dari dua minggu lalu untuk mencegat penerbangan B-52 lainnya di atas perairan netral Laut Hitam.
Baik AS dan Rusia sama-sama telah mengadakan latihan perang di sekitar kawasan tersebut baru-baru ini. Angkatan Darat AS memulai latihan tempur artileri di wilayah yang berjarak 70 km dari perbatasan di Estonia minggu ini, beberapa hari setelah Rusia mengadakan latihan tempur Angkatan Laut di Laut Bering.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
