Astaga! Seorang Jurnalis Perempuan Diduga Alami Pelecehan Seksual Saat Liputan

Astaga! Seorang Jurnalis Perempuan Diduga Alami Pelecehan Seksual Saat Liputan

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

“Selesai pertandingan pelaku dibawa ke ruangan yang isinya polisi, manajemen, temen-temen media dan aku. Awalnya pelaku enggak ngaku, pas didesak akhirnya dia ngaku, karena konsumsi miras dan ditemukan obat penenang,”urainya.

“Hampir 2 jam diinterogasi akhirnya karena pelaku kooperatif dan minim saksiku. Aku minta dia minta maaf dan melakukan syarat-syarat agar efek jera,” lanjutnya.

Mawar selaku korban memaparkan tiga poin yang harus dipenuhi pelaku dalam permintaan maafnya saat itu. 

Mulai dari tidak mengulangi kesalahan di kemudian hari, pelaku harus berjanji tidak datang ke stadion dalam keadaan mabuk atau pengaruh minuman atau obat-obatan terlarang.

Terakhir yakni mengirimkan email permohonan maaf atas tindakan pelecehan terhadap korban kepada manajemen PSS Sleman dan komunitas suporter khususnya Brigata Curva Sud (BCS). Lalu pelaku juga berjanji untuk bersedia menjadi duta anti seksisme di stadion.

Baca Juga

“Sekitar jam 2 pernyataan yang dibuat pelaku ditandagangi pelaku, korban dan dua orang saksi, di depan anggota kepolisian Polsek Depok Timur, Sleman,”terangnya.

Sementara itu, Humas PSS James Purba menyampaikan bahwa kejadian tak terpuji ini akan dijadikan pembelajaran bagi semua pihak. Tak hanya panpel tapi juga klub hingga suporter.

Menurut dia, semua pihak diminta untuk terus menjaga situasi di dalam maupun di luar stadion. Terlebih dengan lebih lantang menggaungkan anti pelecehan seksual.

“Ini di luar kehendak kita semuanya. Ke depan ini jadi evaluasi karena kan yang namanya korban kita pasti melindungi. Dan kita menyiapkan hal-hal yang memang akan mendukung kalau seandainya ini terjadi lagi agar semua yang nonton di Maguwoharjo bisa aman dan nyaman,” pungkas James.

James berkomitmen akan menindak tegas pelaku jika kejadian serupa terulang kembali. 

Bukan hanya ancaman pidana, tak menutup kemungkinan juga bagi siapa saja yang melakukan tidak terpuji tersebut akan dilarang masuk ke Stadion Maguwoharjo.

“Kita mungkin akan bekerjasama dengan kepolisian untuk meringkus,”imbuhnya.

“Ini sebenarnya enggak bisa dibiarkan. Kalau kita bicara konteks ke depannya kalau ini terjadi lagi, kita bisa melakukan banned ke komunitas untuk tidak hadir di Stadion Maguwoharjo untuk efek jera. Dan untuk pelaku nantinya kita enggak akan beri ampun lah untuk menyentuh Maguwoharjo,”sambungnya.

Kapolsek Depok Timur Kompol Endar Isnianto membenarkan adanya peristiwa tersebut. 

Menurut dia, pelaku pun sudah ditangani oleh polisi juga saat itu.

“Dari korban menyadari pelaku tidak sadar atau bagaimana, akhirnya diminta membuat surat pernyataan saja,” tutup Endar. (suara.com).

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.