Aung San Suu Kyi Kembali Hadir di Pengadilan Myanmar, Dituduh Hasut Kerusuhan

Terkini.id, YangonAung San Suu Kyi kembali hadir di pengadilan Myanmar, dituduh hasut kerusuhan. Pemimpin Myanmar yang terguling, Aung San Suu Kyi terlihat kembali ke pengadilan pada Selasa 14 September 2021 untuk menghadapi tuduhan penghasutan sehingga memantik kerusuhan akibat pemberontakan pendukungnya.

Selain itu, ia juga dituduh melakukan pelanggaran pembatasan Covid-19. Hal itu diungkapkan pengacaranya, sehari setelah gagal hadir di pengadilan lantaran alasan kesehatan.

Pengacara Suu Kyi juga mengatakan kliennya menderita ‘mabuk mobil’ saat dibawa ke ruang sidang.

Baca Juga: Indonesia Ungkap Junta Militer Myanmar Tak Komitmen Redam Krisis Politik...

Suu Kyi dan pemerintah terpilihnya digulingkan junta militer dalam aksi kudeta pada Februari 2021 lalu. Peristiwa tersebut memicu pemberontakan masif dan tindakan brutal pendukung Aung San Suu Kyi terhadap junta militer yang menyebut Pemilu tahun lalu dicurangi Suu Kyi.

Terisolasi dari dunia kecuali untuk pertemuan singkat dengan tim hukum dan urusan terkait pengadilannya, peraih Nobel berusia 76 tahun itu menghadapi serangkaian dakwaan yang bisa membuatnya dipenjara selama lebih dari satu dekade.

Baca Juga: Usai Kudeta Militer, Myanmar Dikabarkan Seperti Rumah Jagal, Tiap Hari...

Sidang pada Senin 13 September 2021 kemarin ditunda setelah Suu Kyi menderita apa yang dikatakan pengacaranya sebagai ‘mabuk mobil’ saat dibawa dari kompleks tempat ia berada di bawah tahanan rumah ke ruang sidang.

Suu Kyi sendiri mengatakan ia masih agak pusing, seperti diungkapkan pengacaranya, Khin Maung Zaw yang bertemu dengannya sebelum sidang Selasa 14 September 2021 hari ini.

“Sidang atas tuduhan Suu Kyi melanggar aturan pembatasan virus corona selama pemilihan yang dimenangkan partainya tahun lalu, ditunda setelah saksi penuntut tidak hadir,” terang Khin Maung Zaw, seperti dikutip dari AFP via StraitsTimes.com, Selasa 14 September 2021.

Baca Juga: Usai Kudeta Militer, Myanmar Dikabarkan Seperti Rumah Jagal, Tiap Hari...

Sebelumnya, pengacara Suu Kyi telah membantah tuduhan itu. Dua saksi penuntut juga gagal hadir pada sidang pada Juli 2021 setelah terinfeksi Covid-19.

Sidang kemudian ditunda selama dua bulan karena negara itu berjuang melawan lonjakan Covid-19.

Wartawan dilarang mengikuti persidangan terhadap Suu Kyi, yang juga menghadapi tuduhan penghasutan, menerima pembayaran emas secara ilegal, dan melanggar undang-undang kerahasiaan era kolonial.

Seperti diketahui, pasukan keamanan Myanwar telah membunuh lebih dari 1.000 warga sipil sejak kudeta, menurut kelompok pemantau lokal.

Militer sendiri menolak klaim tersebut, dan mengatakan jumlah korban jauh lebih rendah.

Pemimpin junta militer Myanmar mengatakan pada bulan lalu, Pemilu akan diadakan dan keadaan darurat dicabut pada Agustus 2023, memperpanjang batas waktu satu tahun awal yang diumumkan militer beberapa hari setelah kudeta.

Sumber: https://www.straitstimes.com/asia/se-asia/myanmars-suu-kyi-back-in-court-after-health-no-show

Bagikan