Terkini.id, Jakarta – Hingga berita ini ditulis, saat ini Myanmar masih dinyatakan dalam keadaan kacau-balau lantaran demonstrasi masih terjadi di mana-mana akibat adanya kudeta militer beberapa waktu lalu.
Bentrokan berdarah pun tak terelakkan karena polisi dikabarkan telah menembak sejumlah pengunjuk rasa, termasuk seorang wanita tepat di kepala dengan peluru beberapa hari lalu.
Dan yang terbaru, militer dilaporkan menurunkan tank-tank lapis baja pada malam hari di kota-kota Myanmar, seperti Yangon, Myiiykyina, dan Sittwe, pada hari Minggu 14 Februari 2021 waktu setempat.
Melansir CBNC yang bersumber dari Reuters, ini merupakan mobilisasi militer pertama di negara itu pasca kudeta pada 1 Februari lalu.
Setelah kepungan militer, pada tengah malam penduduk Myanmar melaporkan terjadinya gangguan internet dan telekomunikasi hingga tak dapat mengakses apa pun sejak hari Senin dini hari, 15 Februari 2021.
- Wabup Gowa dan Suami HT Bersama Melayat ke Rumah Duka Eks Sopir Bupati, Sampaikan Duka Mendalam
- Pentas Seni Akhir Ajaran 2025-2026, TK Hj Sitti Aminah Lepas Siswa Menuju Jenjang Pendidikan SD
- JNE Menyambung Niat Mulia Para Donatur Bencana untuk Tujuan Kemanusiaan
- Gema Tanpa Kata: Pertunjukan Paduan Suara Teman Tuli
- Tak Ada Anggaran Hibah, Ketua DPRD Sulsel Upayakan Dana NPCI Lewat APBD Perubahan
Pengepungan bandara terjadi karena pada Senin lalu, 8 Februari 2021, banyak staf Departemen Penerbangan Sipil yang mogok kerja sehingga menyebabkan penundaan penerbangan internasional yang cukup parah.
Imbasnya, empat pengawas lalu lintas udara ditahan dan sejak saat itu mereka tak dapat diketahui kabarnya. Kereta di beberapa bagian Myanmar juga dilaporkan berhenti beroperasi setelah pekerja menolak untuk pergi.
Tak hanya itu, militer pun disebut mengerahkan tentara ke sebuah pembangkit listrik di kota Kachin, wilayah Myitkyina.
Di sana, para pekerja pembangkit listrik beramai-ramai melakukan unjuk rasa dan kompak menghalau tentara yang mereka asumsikan ingin memutus aliran listrik di pembangkit itu.
Pihak militer dikabarkan hendak menghalau aksi protes massal yang diinisiasi lewat media sosial.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
