Ayah Baru Pulang dari Melaut saat Jenazah Randy Datang: ‘Mana Polisi yang Tembak Anakku’

Terkini.id, Makassar – Tangis histeris keluarga pecah saat jenazah Randy tiba di rumahya, di Desa Lakarinta Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Kamis 26 September 2019.

Randy adalah mahasiswa Universitas Haluoleo yang meninggal dunia akibat luka tembak di dada kanan saat aksi demonstrasi menolak rencana pengesahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) di gedung DPRD Sultra.

Jenazah Randy tiba di kediamanya sekitar pukul 08.30 WITA, Jumat 27 September 2019.

Baca Juga: Kesal Tak Temukan Temannya, Mahasiswa Ini Pukul Kaca Rumah Tetangga...

Jenazah Randy diseberangkan dari Kendari via penyebrangan Lainea, Konawe Selatan (Konsel) dan dijemput di Tampo.

Saat iring-iringan mobil jenazah masuk di Desa Lakarinta, warga histeris dan menerikan Randy e e e kaasi.

Baca Juga: Mahasiswi UNM Meninggal di Kos Saat Hamil Tua, Polisi Temukan...

Begitu juga saat tiba dirumahnya. Ratusan warga yang sejak subuh menunggu kedatangan jenazah histeris.

Ayahnya, La Sali dan ibunya, Nasria terus meronta karena tidak menyangka anak lelaki satu-satunya itu harus pergi dengan cepat.

Untuk naik kerumahnya, keduanya dipapah. Adik perempuannya terlihat pingsan. “Dimana Polisi yang tembak anak itu,” teriak La Sali seperti dilansir dari detiksultra.

Baca Juga: Mahasiswi UNM Meninggal di Kos Saat Hamil Tua, Polisi Temukan...

La Sali tidak terima anaknya meninggal dengan cara sangat tragis.

“Kasian anakku satu orang laki-laki yang mau kuburkan saya nanti. Enaknya perasaanya Polisi itu ee. Mereka hanya bawa pulangkan bangkainya,” kata La Sali yang diketahui berprofesi sebagai nelayan, dan baru pulang dari melaut.

Rencananya jenazah dikebumikan usai shalat Jumat di TPU Desa Lakarinta.

Warga Tolak Kedatangan Polisi

Sementara itu, warga Desa Lakarinta menolak hadirnya pihak Polres Muna yang menurut informasi akan datang melayat di rumah duka.

Warga kesal lantaran mengetahui adanya isu-isu bahwa Randy ditembak oknum polisi saat berunjuk rasa menolak RKUHP di Kantor DPRD Sultra.

“Sebaiknya Polres Muna tidak datang dulu, jangan sampai ada hal yang tidak inginkan terjadi karena saat ini warga sedang kesal dengan oknum polisi. Sebaiknya polisi segera mengusut tuntas siapa pelaku penembakan,” tegas LM. Ryfains Tuani, selaku keluarga Randy.

Bagikan