Terkini.id, Jakarta – Seperti diketahui, hari Natal bertepatan dengan Sabtu ini, 25 Desember 2021, di mana umat Kristiani tengah bersukacita merayakannya.
Namun, yang kerap menjadi perhatian adalah ucapan ‘Selamat Natal’ dari seorang Muslim, apakah boleh atau tidak?
Sebagian ulama membolehkan, seperti misalnya Quraish Shihab, tetapi sebagiannya pula justru sebaliknya.
Nah, ketimbang bingung, bagi kamu yang seorang Muslim, tapi ingin mengucapkan ‘Selamat Natal’, ada baiknya ikuti ‘tips’ dari Ustaz Adi Hidayat berikut ini.
Kata Ustaz Adi Hidayat, jika ingin aman mengucapkannya ke teman atau kolega yang Nasrani, maka bisa menggunakan kalimat yang umum saja.
- Heboh Wanita Cadar Sebut Memasak Tugas Suami, Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
- Kabar Anies Baswedan Mantu, Akad Nikah Pakai Bahasa Arab, Ruhut: Yang Suka Ngaku-ngaku Asli Jokya itu, Bahasanya Bahasa Arab
- Sindir Keras Ustaz Adi Hidayat, Guntur Romli: Surga Aja Bisa Dia Klaim Buat Jualan di Pilpres
- UAH Sebut Kapitan Pattimura Seorang Muslim, Yusuf Dumdum Sindir: Kalau Gak Percaya Takut Dicap Islamophobia dan Melawan Ulama
- Ustaz Adi Hidayat Bongkar Nama Asli Kapitan Pattimura, Sebut Seorang Kiyai
Trik ini berlaku khusus, misalnya Muslim berada di sebuah wilayah atau komunitas yang minoritas, sedangkan mayoritas belum paham soal hukum Muslim mengucapkan Natal.
“Boleh mengatakan kalimat tak langsung yang berhubungan dengan konteks ibadahnya. Kalau kata ulama, langsung sampaikan dengan kalimat umum, ‘selamat ya’, kita tak langsung mengambil kalimat yang spesifik pengucapan terkait ibadahnya,” tuturnya, dikutip dari Suara, jaringan terkini.id, pada Sabtu, 25 Desember 2021.
Khusus untuk pejabat publik, Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa mereka memang justru harus mengucapkan Selamat Natal untuk memastikan bersikap adil ke semua golongan masyarakat.
Salah satu hukum atau dasar Muslim boleh mengucapkan Selamat Natal adalah Surat Al Mumtahanah ayat 8-9.
Pada saat ini, jelas Ustaz Adi Hidayat, Allah tidak melarang Muslim berbuat baik terhadap orang non Muslim yang tidak memerangi dan menyakiti Muslim.
“Misalnya Menteri Agama kan harus berinteraksi sosial, maka dalam konteks ini boleh mengucapkan ‘Selamat Natal’, tapi dengan membawa serta menyertakan jabatannya, bukan menyertakan pribadinya. Itu ranah muamalah keduniawian, ini tak dibatasi soal akidah,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
