Pilih Pemimpin Muslim Koruptor atau Non Muslim Jujur? UAH Sebut Itu Logika Keliru

Pilih Pemimpin Muslim Koruptor atau Non Muslim Jujur? UAH Sebut Itu Logika Keliru

Dzul Fiqram Nur
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaUstaz Adi Hidayat (UAH) memberikan perumpamaan terkait pertanyaan ingin memilih pemimpin muslim yang koruptor atau non muslim yang jujur.

Awalnya, Ustaz Adi Hidayat memang sengaja melemparkan pernyataan tersebut demi meluruskan kembali bagaimana cara logika berpikir dalam hal perbandingan yang benar.

Setelah melempar pernyataan tersebut untuk dijawab, terlihat bahwa jemaahnya sulit dan kebingungan untuk menjawab.

Ustaz Adi Hidayat lantas meluruskan, bahwa dalam membuat sebuah perbandingan itu harus seimbang.

“Jadi ada dalam ilmu logika perbandingan yang fatal akibatnya, salah premisnya keliru kesimpulannya,” ujar Ustaz Adi Hidayat, dikutip dari PosKota, Minggu, 3 Oktober 2021.

Baca Juga

“Coba pilih mana, dalam konteks pemilihan orang islam pemimpin muslim yang koruptor atau non-muslim yang jujur, pilih mana?,” tanya Ustaz Adi Hidayat.

Kemudian, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan pilihan mana yang harus seorang muslim pilih di antara kedua opsi tersebut.

Ia lalu menegaskan bahwa pertanyaan seperti itu sebenarnya tidak ada jawabannya.

Jelasnya, pertanyaan semacam itu sudah termasuk ke dalam kategori yang salah dan akan melahirkan jawaban yang salah.

“Kalau Anda ingin membandingkan sesuatu dalam kaidah ilmu logika, itu harus apple-to-apple. Harus sama, jadi kalau Anda bandingkan orang Islam yang jujur bandingkan dengan non-muslim yang jujur, fair (adil) itu,” imbuhnya.

“Tetapi kalau Anda bandingkan misalnya orang Islam yang koruptor, bandingkan dengan orang non-muslim yang koruptor, harus sama,” sambungnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.