Bahas Dampak Pernikahan Dini Dalam Pandangan Islam, Mahasiswa KKN Angkatan 67 Selenggarakan Seminar

Terkini.id, Bone – Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 67 sukses menyelengarakan seminar. Seminar tersebut membahas Dampak Pernikahan Dini dalam Pandangan Islam dan Kesehatan di Kelurahan Lalebata, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone. 

Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 67 yang tergabung dalam posko 1 dan ditempatkan di Kelurahan Lalebata, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, telah sukses menyelenggarakan seminar dampak pernikahan dini dalam pandangan islam dan kesehatan. Selasa 19 Oktober 2021. 

Zulfikar Tahir sebagai Koordinator Desa (Kordes) yang juga merangkap sebagai Koordinator Kecamatan (Korcam) KKN Angkatan 66/67 UIN Alauddin Makassar Kecamatan Lamuru mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan membangun kesadaran para remaja tentang dampak pernikahan dini, mengingat target kegiatan ini adalah anak-anak remaja dengan kisaran usia 18-19 tahun. 

Baca Juga: Musni Umar Sebut Orang yang Ingin Bubarkan MUI Komunis, Netizen:...

Seminar yang dilakukan di kantor Kelurahan Lalebata ini dilaksanakan pada pukul 13.00 Wita sedikit tertunda karena hujan. Walau demikian, antusiasme masyarakat sekitar yang tinggi sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik. 

Muh. Jafar, S. Ag, MM. selaku Penyuluh Fungsional KUA Kecamatan Lamuru menyebutkan bahwa usia remaja yang diperbolehkan untuk menikah berdasarkan Undang-Undang Pernikahan No. 16 Tahun 2019, pasal 7 ayat 1 yaitu minimal berusia 19 tahun. 

Baca Juga: Sukmawati Pindah Agama Hindu, MUI: Fokus Saja Dengan Agama Baru

“Sedangkan pernikahan di bawah usia 19 tahun harus disertai dengan surat izin atau dispensasi dari pengadilan atau beberapa hal lain misalnya karena seks bebas,” jelas Jafar. 

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dampak pernikahan dini dapat menyebabkan adanya tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan meningkatkan angka perceraian. 

Jafar menyebutkan, angka perceraian di kabupaten Bone dari bulan Januari-Agustus sepanjang tahun 2021 telah mencapai ± 900 kasus dan rata-rata diakibatkan oleh pernikahan dini. 

Baca Juga: Sukmawati Pindah Agama Hindu, MUI: Fokus Saja Dengan Agama Baru

Hj. Karwina Karomo, S. St. selaku penanggung jawab KIA UPT Puskesmas Kecamatan Lamuru juga ikut menjelaskan pernikahan dini dapat meningkatkan angka penyakit seksual, penyakit rahim, stress dan kematian bagi Ibu dan Bayi. 

Selain itu kata Karwina remaja yang menikah dini dapat kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. 

Kepala Lingkungan Torakkala, Haji Bumbung, S. Ip mengapresiasi Mahasiswa Posko 1 KKN Angkatan 66/67 UIN Alauddin Makassar. Ia mengatakan bahwa program kerja dari anak-anak Mahasiswa ini sangat bagus dan sebaiknya dapat dikembangkan. 

Lebih lanjut Bumbung mengatakan, kegiatan ini harus diangkat di rapat-rapat Kecamatan atau bahkan bisa dilanjutkan dan diajukan sebagai program Kabupaten. 

Selanjutnya Nur Fakhriyah Syahid sebagai salah satu anggota posko 1 sempat mempertanyakan tentang bagaimana cara membentengi para remaja agar tidak tergoda dalam pernikahan dini atau seks bebas, mengingat usia remaja adalah usia yang sangat rawan dengan rasa penasaran. 

Menanggapi pertanyaan tersebut, Hj.Karwina Karomo, S. St. dan Muh, Jafar, S. Ag, MM mejelaskan, ke depannya akan lebih banyak dilakukan penyuluhan tentang pernikahan dini dan seks bebas. 

“Namun itu semua harus kembali ke pribadi masing-masing agar lebih berhati-hati dan lebih mawas diri,” singkatnya. 

Ayu Febriani selaku sekretaris dari posko 1 memberi nasehat menikah itu adalah pilihan. “Maka dalam hidup ini jangan sampai kita membiarkan diri kita berada dalam pilihan yang tidak dipertimbangkan,” ujar Ayu.

Mahasiswa yang tergabung dalam posko 1 antara lain, Zulfikar Tahir, Ayu Febriani, Nurul Akma, Eka Fasirah Usman, Nur Fakhriyah Syahid, Kasmawati, Husnul Amalia, Amaliyah Nur Hadika dan Muhammad Andhika Pratama. 

Selain posko 1 ada 10 posko lain yang terdapat di Kecamatan Lamuru dan semuanya berada di bawah bimbingan Ismawati, SE., M.Si. selaku dosen pembimbing dan Isna Kumalasari, S.Ag., M.Pd. selaku Badan Pelaksana.

Reporter: Eka Fasirah Usman.

Bagikan