Bahas Proyek Penelitian ‘Repesea’, FEB UGM Gelar Roadshow di Makassar

UGM
Bahas Proyek Penelitian 'Repesea', FEB UGM Gelar Roadshow di Makassar

Terkini.id, Makassar – Dalam rangka meningkatkan partisipasi dan penyebaran informasi terkait kegiatan Final Project Conference dari proyek Research Performance in South East Asia (REPESEA), Program Magister Sains dan Doktor Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MD FEB UGM) melakukan road show kegiatan diseminasi REPESEA di sejumlah kampus di Makassar, 31 Juli hingga 7 Agustus 2019.

Proyek REPESEA sendiri merupakan bentuk kerjasama antara universitas-universitas di Asia dan Eropa yang setiap kegiatannya didukung oleh Uni Eropa melalui skema Erasmus Capacity Building in Higher Education (CHBE).

Kerjasama ini telah berlangsung selama tiga tahun sejak Oktober 2016 dan akan berakhir pada Oktober 2019. Lima universitas penyelenggara terdiri atas dua universitas dari Slovakia, satu dari Polandia, Prancis dan Inggris serta enam universitas mitra dari Indonesia, Malaysia dan Thailand sangat berkomitmen untuk proyek ini.

Proyek REPESEA berfokus pada peningkatan kinerja penelitian di Asia.

Terdapat setidaknya 3 (tiga) kegiatan diseminasi yang dilakukan oleh tim MD FEB UGM di Makassar. Pertama, melakukan kunjungan kampus.

Dalam hal ini, MD FEB UGM melakukan kunjungan pada tiga kampus lain di Makassar selain Universitas Hasanuddin yang menjadi tuan rumah untuk kegiatan diseminasi puncak.

Ketiga kampus yang dikunjungi adalah STIE Tri Dharma Nusantara, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (FEBI UIN) Alauddin Makassar, dan STIE Nobel Indonesia. Tim MD FEB UGM sendiri diwakili oleh Muhammad Afif Sallatu, M.Sc. dan Tri Widiyanto, S.E.

Kedua, melaksanakan kegiatan seminar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin yang berisi tentang pengenalan REPESEA secara umum dan dilengkapi dengan dua pembahasan utama, yaitu: System for Assessing Impact and Quality of Research (SAIQoR) dan Final Project Conference, yang merupakan bagian luaran dari REPESEA itu sendiri.

Tiga pembicara yang memberi pemaparan terkait REPESEA dan SAIQoR yaitu: Prof. Dr. Catur Sugiyanto, M.A., Nurul Indarti, Sivilokonom, Cand. Merc., Ph.D., dan Rr Tur Nastiti, M.Si, Ph.D., yang merupakan dosen senior di FEB UGM, Yogyakarta.

Ketiga, melakukan pertemuan alumni MD FEB UGM di salah restoran di Makassar yang sekaligus ditujukan untuk mengundang para alumni untuk mengikuti Final Project Conference yang akan dilaksanakan pada tanggal 3-5 September 2019 di MD FEB UGM, Yogyakarta.

“Melalui kegiatan diseminasi REPESEA di Makassar ini, MD FEB UGM berharap dapat memperluas area diseminasi mengenai kegiatan peningkatan kapasitas penelitian di Kawasan Timur Indonesia,” ujar salah satu panitia, Muhammad Afif Sallatu.

“Selain itu, para akademisi dan peneliti dari Makassar juga diharapkan dapat ikut serta dalam agenda Final Project Conference yang akan diadakan pada 3-5 September 2019 di MD FEB UGM, Yogyakarta,” sambungnya,

Kolaborasi-kolaborasi selanjutnya, kata dia, juga diharapkan dapat tercipta dalam kaitannya terhadap pengembangan kapasitas peneliti dan kegiatan penelitian antara MD FEB UGM dengan masyarakat akademisi dan peneliti yang ada di Makassar.

Citizen Reporter: Srhy Hadriana

Komentar

Rekomendasi

UMMA Bekali Mahasiswanya Sebelum ke Lokasi Pengabdian

HMPWK Unibos Makassar Sukses Gelar Wicara Keilmuan Planologi

Bahas Komunikasi Politik di Era Digital, Pascasarjana Unifa Gelar Seminar Publik

Peduli Lingkungan, Mahasiswa UNIFA Bagikan Sedotan Bambu ke Pelanggan Kopi Presiden

Rakor YESS di Sulawesi Selatan, komitmen lahirkan milenial muda sesuai arah kebijakan Mentan SYL

Direktur Politeknik STIA LAN Makassar Apresiasi Taufan Pawe Kembangkan SDM ASN

Dr. Syaifuddin: untuk pertanian maju, mandiri dan modern, kami akan “all out”

Tingkatkan kualitas Pendidikan Vokasi, Pusdiktan Kementan lakukan 3 langkah nyata

Manfaatkan peluang, alumni Polbangtan Gowa kembangkan usaha jamur tiram di Toraja

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar