Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memutuskan lockdown Balai Kota selama sepekan lantaran ada 24 pegawai yang tersebar di semua SKPD terpapar Covid-19.
Sebelumnya, ada 1 yang terindikasi Suspek dan meninggal dunia.
“Kami dapat laporan ada 24 pegawai kota Makassar di hampir seluruh SKPD dan 1 meninggal kemarin, di Kelautan Perikanan dan Pertanian (DP2),” kata Danny Pomanto, Kamis, 8 Juli 2021.
Danny mengatakan telah memerintahkan Covid-19 Hunter untuk tracing seluruh pegawai yang pernah bersangkutan dengan yang terpapar Covid-19.
“Saya sampaikan bahwa inilah kenapa PPKM harus kita laksanakan sungguh-sungguh,” tuturnya.
- Airlangga Ungkap Kantor Kemenko Ekonomi Tak Pernah Lockdown saat Pandemi: Kita WFO Demi Menjaga Ekonomi
- Akibat Lonjakan COVID-19 di Korea Utara, Kim Jong Un Kurung Para Pejabat
- Kantor Balai Kota Makassar Lockdown Imbas 18 ASN Positif Covid-19
- Sejumlah Staff Positif Covid 19, Komisi III DPR Lockdown Mulai Besok
- Bikin Deg-degan! Indonesia Harus Waspada, Ada Ramalan Malapetaka dari China
Balai Kota Makassar, kata Danny, yang notabene jadi pusat pelayanan publik terindikasi dalam sebuah skala kecil kota terindikasi begitu cepat penyebaran Covid-19.
“Kita lockdown sebagau usaha memutus penularan. Itu kan pembatasan sama dengan PPKM dengan skala mikro,” sebutnya.
Menurutnya, pembatasan yang dilakukan pemerintah kota adalah usaha untuk menyelamatkan masyarakat dan usaha meputuskan penularan Covid-19.
“Hal hal esensial tetap masuk tapi kita sisten virtual semua. Seperti hari ini saya banyak di rumah dan koordinasi bisa langsung dan tidak,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
