Balas Febri, Ferdinand Menantang: Kalau di KPK, Saya akan Lakukan OTT Lebih Besar dari Situ

Terkini.id, Jakarta – Ferdinand Hutahaean dengan optimis mengatakan bahwa ia dapat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang lebih besar apabila ia berada di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mantan politisi Partai Demokrat ini lantas menantang 75 pegawai KPK yang tak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk mundur agar dirinya dapat melakukan OTT yang lebih besar.

“Cuk!! Kalau saya di posisi KPK, saya akan lakukan OTT lebih besar dari situ, ngga usah bangga-banggain yang tidak patut dibanggakan!” kata Ferdinand melalui akun Twitter-nya pada Senin, 10 Maret 2021.

Baca Juga: Ferdinand Sebut Habitat Rombongan Setan dan Utusan Anak Setan, Netizen:...

“Mau bukti? Ayo kumpulin semua yang tidak lulus, suruh mundur, biar kami OTT yang lebih besar,” tambahnya.

Ferdinand mengatakan hal itu sebagai tanggapan terhadap informasi yang disampaikan Febri Diansyah terkait 75 pegawai yang kabarnya terancam dipecat karena tak lulus TWK.

Baca Juga: KPK Hentikan Pembangunan Masjid Desa Arra, Dana Masjid Dikirim ke...

Mantan Juru Bicara (Jubir) KPK itu mengungkapkan bahwa para penyidik KPK yang terancam dipecat tersebut adalah pihak-pihak yang melakukan beberapa OTT.

Febri Diansyah menyebutkan beberapa OTT seperti kasus komioner Komisi Pemilihan Umum, kasus Bansos Covid-19, kasus benur, kasus penangkapan Gubernur Sulawesi Selatan, dan lain-lain.

Bahkan, OTT terhadap Bupati Nganjuk yang baru-baru ini terjadi juga dilakukan oleh penyidik yang terancam dipecat.

Baca Juga: 12 Makam di Solo Dirusak, Ferdinand: Perilaku Gila dari Kaum...

Menurut Febri, beberapa OTT ini adalah hal yang masih menyelamatkan citra KPK setelah dilakukan revisi UU KPK dan juga dilakukan pergantian pemimpin.

“Jadi gini.. OTT kasus besar yang masih selamatkan muka KPK pasca Revisi UU dan Pimpinan baru ternyata ditangani Penyelidik/Penyidik yang justru terancam disingkirkan gara-gara tes wawasan kebangsaan yang kontroversial,” kata Febri di akun Twitter-nya.

“Misal: OTT KPU, Bansos Covid19, Benur KKP, Cimahi, Gub Sulsel, Nganjuk, dll,” lanjutnya.

Bagikan