Terkini.id, Jakarta – Anwar Abbas yang merupakan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia alias MUI turut buka suara terkait penangkapan sejumlah oknum terlibat dugaan terorisme di Lampung.
Ya, Anwar menyoroti penangkapan teroris di Lampung yang merupakan asal muasal Zain An-Najah ditangkap Densus 88 itu.
Seperti diketahui, penangkapan anggota Komisi Fatwa MUI, Zain An-Najah, yang dilakukan Densus 88 merupakan tindak lanjut pengamanan teroris di Lampung.
Kemudian, berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, Zain An-Najah disebut terlibat dalam jaringan kelompok Jamaah Islamiyah (JI).
Nah, menanggapi hal itu, Anwar pun membandingkannya dengan Kelompok Kriminal Bersenjata alias KKB di Papua.
- Komentari Logo Halal Kemenag yang Gantikan Label MUI, Anwar: Makna Religiusnya Hilang, Orang Gak Paham Itu Apa
- Kritikan Anwar MUI ke Presiden Jokowi Dinilai Timbulkan Kegaduhan, Forum DKI: Mencuri 'Golden Moment' Umat Islam
- Ingin HW Dihukum Berat, Anwar MUI Soal Korban: Mereka Bukan Pezina tapi Orang yang Ditipu, Harus Didampingi!
- Setuju Gak? Anwar MUI Sebut KKN Lebih Berbahaya Ketimbang Radikalisme: Masyarakat Sudah Tahu!
- Tegas! Anwar MUI Klaim Tak Anti Jokowi, Bahkan Siap Bela Mati-matian Meski Teman-Teman Menertawakan
Ia mengatakan dirinya sepakat dengan istilah teroris yang membuat orang-orang ketakutan, tetapi ia justru tidak melihat hal itu dari anggota terduga teroris JI di Lampung.
Menurutnya, justru ada kelompok lain yang lebih menakutkan daripada anggota JI di Lampung, yaitu KKB dan separatis di Papua.
“Yang namanya teroris itu adalah orang-orang yang membuat ketakutan di masyarakat. JI yang ditangkap di Lampung itu, emangnya ketakutan orang yang di Lampung itu?” tanya Anwar, dikutip terkini.id dari Realita TV via Galamedia pada Kamis, 18 November 2021.
“Sekarang saya tanya mana yang lebih takut di Lampung dengan orang yang sekarang tinggal di Papua?”
Anwar kemudian menyinggung kembali kotak amal di Lampung yang disita Densus 88 sebagai barang bukti pendanaan kelompok teroris JI.
Ia menyampaikan apa yang dilakukan Densus 88 itu tidaklah jelas karena terkesan tebang pilih dalam meringkus teroris.
Padahal menurutnya, ada yang jelas-jelas sangat membahayakan di depan mata, yaitu KKB dan separatis di Papua.
“Bagi saya enggak jelas ini, makanya saya pernah menyampaikan Densus 88 daripada mengurus kotak amal di Lampung, lebih baik urus KKB dan separatis di Papua.”
Ia menilai anggota teroris JI di Lampung masih kecil jika dibandingkan KKB di Papua sehingga tidak akan mengobrak-abrik negara.
“Karena bagi saya, JI yang di Lampung itu belum akan mengobrak-abrik negara. Saya bukan ingin mengatakan kalau JI itu tidak berbahaya ya, JI memang berbahaya, tetapi mana yang lebih berbahaya hari ini? JI kecil yang ada di Lampung atau KKB dan separatis di Papua?” tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
