Kritikan Anwar MUI ke Presiden Jokowi Dinilai Timbulkan Kegaduhan, Forum DKI: Mencuri ‘Golden Moment’ Umat Islam

Kritikan Anwar MUI ke Presiden Jokowi Dinilai Timbulkan Kegaduhan, Forum DKI: Mencuri ‘Golden Moment’ Umat Islam

FR
R
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Sejumlah pihak menilai bahwasanya kritikan Wakil Ketua MUI alias Majelis Ulama Indonesia, yakni Anwar Abbas, ke Presiden Joko Widodo (Jokowi), kurang beradab dan menimbulkan kegaduhan.

Ya, rupanya hingga kini polemik kritikan Anwar Abbas kepada sang presiden dalam acara pembukaan Kongres Ekonomi Umat Islam masih berlanjut.

Kendati dinilai sebagian orang kurang beradap, tetapi beberapa lainnya menganggap sikap Anwar bak ksatria karena berani menyampaikan kritik langsung di depan Presiden.

Namun, Forum Diskusi Kebangkitan Indonesia (Forum DKI) memiliki pandangan berbeda, di mana kritikan Anwar dinilai telah mencuri ‘golden moment’ umat Islam.

 “Pertanyaan dan celoteh kritis Buya Anwar secara langsung ataupun tidak langsung telah mencuri golden moment umat Islam,” ujar Bandot DM, Koordinator Forum DKI, dalam siaran tertulisnya, dikutip terkini.id dari Sindonews pada Jumat, 17 Desember 2021.

Baca Juga

Bandot menjelaskan setidaknya ada dua hal yang membuatnya menyebut umat Islam kehilangan golden moment akibat ucapan Anwar Abbas.

Pertama, kehadiran Presiden Jokowi di acara Kongres Ekonomi Umat Islam merupakan golden moment.

Oleh karena itu, kehadiran Presiden mestinya menunjukkan perhatian dan atensi Presiden terhadap isu ekonomi umat Islam.

Kesempatan itu sekaligus merupakan momen bagi MUI untuk menyampaikan perkembangan dan kondisi umat Islam terkini.

Kedua, muatan pertanyaan yang disampaikan oleh Anwar terlalu umum dan klise. Bahkan, tidak secara langsung menyentuh ekonomi umat.

Setidaknya, ada tiga poin pertanyaan Anwar, yaitu kesenjangan kesejahteraan, kesenjangan penguasaan lahan, dan kesenjangan akses perbankan untuk pengusaha mikro.

“Pertanyaan atau kritik Buya Anwar ini terlalu klise karena pada dasarnya ini adalah persoalan setiap presiden, terutama di era reformasi. Jokowi pun menjawab dengan lugas pertanyaan-pertanyaan tersebut, bahkan tanpa teks.”

Akibat dari celoteh tersebut, lanjut Bandot, momentum untuk memberikan masukan kepada Presiden menjadi canggung.

Bahkan, akibat polemik tersebut ruang publik jadi riuh oleh isu tersebut sehingga sembilan resolusi jihad ekonomi yang merupakan hasil dari konferensi ekonomi umat Islam menjadi tenggelam nyaris tak terdengar.

Sembilan resolusi yang disepakati tersebut adalah gerakan produksi dan belanja produk nasional; Menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia; Optimalisasi zakat, infaq, sedekah dan wakaf atau ziswaf sebagai penggerak ekonomi umat.

“Jika, menengok ke belakang, kegaduhan akibat pernyataan Buya Anwar bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, dia juga pernah viral akibat pernyataan bubarkan saja republik Indonesia saat merespons isu bubarkan MUI.”

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.