Bank Sulselbar Ikut Mendanai Proyek Strategis Nasional, Segini Nilainya

Bank Sulselbar Ikut Mendanai Proyek Strategis Nasional, Segini Nilainya

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini.id, JakartaBank Sulselbar sebagai salah satu kreditur yang tergabung dalam pemberian kredit sindikasi kepada PT Ceria Metalindo Prima ikut serta dalam pendanaan proyek pembangunan Infrastruktur nasional.

Plt. Direktur Utama PT. Bank Sulselbar, H. Yulis Suandi dalam keterangan tertulisnya menyebutkan bahwa pendanaan Bank Sulselbar terbagi beberapa porsi yakni untuk keperluan investasi proyek pembangunan pabrik Rotary Klin Electric Furnace (RKEF) 1×71 MVA yang berlokasi di desa Ponre Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka di Provinsi Sulawesi Tenggara. 

“Nilai proyek sebesar USD 347,1 juta 
total fasilitas kredit sindikasi yang disediakan oleh para kreditur sebesar USD277.690.000, Bank Sulselbar berpartisipasi sebesar maksimal USD 10 juta dengan jangka waktu kredit sampai dengan tahun 2030,”bebernya.

Ia juga menyampaikan bahwa sampai pada bulan Februari 2022 lalu, portofolio kredit sindikasi Bank Sulselbar telah mencapai Rp1.559 triliun untuk IDR serta untuk USD mencapai USD 1.645 juta.

“Partisipasi dalam pemberian kredit sindikasi ini merupakan implementasi dari visi Bank Sulselbar menjadi bank kebanggaan dan pilihan utama membanguan Kawasan Timur Indonesia,”imbuhnya.

Baca Juga

Lanjut Yulis, kebijakan umum Direksi di tahun 2022 untuk Kinerja Bisnis Berkelanjutan dan Optimalisasi Volume Transaksi Devisa, Nikel merupakan komoditas masa depan yang prospektif salah satunya untuk menekan emisi karbon dari bahan bakar fosil seiring dengan gencarnya pengambangan industri kendaraan listrik.

Sedangkan, Direktur Utama PT. Ceria Metalindo Prima serta Pemimpin Divisi Korporasi dan Komersial Bank Sulselbar, Ruslan LB mengatakan Bank Sulselbar berpengalaman dalam aktivitas perkreditan sindikasi khususnya di wilayah Sulawesi. 

“Kredit Sindikasi yang diberikan ini dalam bentuk USD dimana sebelumnya Bank Sulselbar turut serta juga untuk proyek pabrik pengolahan nikel di wilayah Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan,”terangnya. 

“Dengan adanya dukungan ini akan memberikan kepastian dan kepercayaan kepada investor bahwa bank pembangunan daerah mampu berkontribusi untuk kemajuan ekonomi energi nasional,”sambungnya.

Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam keterangannya mengatakan objek usaha pertambangan Ceria telah masuk sebagai salah satu proyek strategis nasional kategori pembangunan smelter.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.