Bantu Kakek Arsyad Kembalikan Rumahnya dan Wujudkan Mimpi Umrah

Kakek Arsyad
Kakek Arsyad dan rumahnya yang telah menjadi puing-puing.(facebook.com/AbdulQaharAlasri)

Terkini.id, Barru – Peristiwa memilukan direkam warga di Kabupaten Barru. Seorang pria senja, Arsyad (70), harus rela rumahnya dilalap api.

Arsyad ternyata diketahui tinggal sebatang kara di rumahnya itu. Dia menjadi perhatian warga karena terlihat tetap tegar memunguti puing-puing rumahnya yang masih bisa digunakan.

Kakek Arsyad dan rumahnya yang telah menjadi puing-puing.(facebook.com/AbdulQaharAlasri)
Kakek Arsyad dan rumahnya yang telah menjadi puing-puing.(facebook.com/AbdulQaharAlasri)

Menjadi perhatian banyak orang, karena uang tabungan yang dia kumpulkan dari hasil mengais sampah sebesar Rp 2 juta ikut ludes bersama api.

Uang tersebut dia kumpulkan dari hasil penjualan sampah-sampah plastik yang dia pungut.

Kakek Arsyad dan rumahnya yang telah menjadi puing-puing.(facebook.com/AbdulQaharAlasri)
Kakek Arsyad dan rumahnya yang telah menjadi puing-puing.(facebook.com/AbdulQaharAlasri)

Kisah Arsyad menjadi viral setelah diceritakan oleh seorang netizen, Abdul Qahar Al Asri.

Al Asri menceritakan, uang Rp 2 juta tersebut hendak digunakan oleh kakek Arsyad untuk menunaikan ibadah umrah.

“Pupus sudah harapannya untuk menunaikan ibadah umrah,” cerita Al Asri.

Disebutkan, Kakek Arsyad selama ini mengumpulkan recehan dari memungut sampah plastik.

Uang tabungan dua juta rupiah pun turut menjadi abu. Itu merupakan hasil menjual botol dan gelas air plastik bekas. Pupus sudah harapannya untuk menunaikan ibadah umrah. "Harganya 2.500 rupiah per kilo, itu berapa banyak baru naik satu kilo. Kadang ada orang yang suruh saya isi air ke dalam botol dan gelas yang saya jual agar timbangannya naik. Saya tidak mau, saya tau itu haram, tidak berkah sama sekali," jelasnya kepada saya pagi tadi, pukul 06.30 saat dia sibuk mengumpulkan sisa bekas kebakaran rumahnya.Saudaraku, mari berdonasi untuk Pak Arsyad.Salurkan bantuan Anda melalui rekening BRI:4883 – 01 – 023275 – 53 – 1(An. Abdul Qahar Al Asri)Insya Allah amanah Saudara akan saya serahkan langsung ke beliau karena rumah saya tidak jauh dari kediamannya. Saat ini Kakek Arsyad tinggal di bangunan rumah walet milik warga sekitar.

Dikirim oleh Abdul Qahar Al Asri pada Sabtu, 15 Juni 2019

Satu kilogram sampah plastik yang berupa botol dan gelas plastik, dihargai Rp 2.500. “Kadang ada yang suruh saya isi air ke dalam botol dan gelas yang saya jual agar timbangannya naik. Saya tidak mau, saya tau itu haram, tidak berkah sama sekali,” cerita Arsyad kepada Al Asri.

Penggalangan Dana

Sejumlah pihak kini melakukan penggalangan dana untuk Kakek Arsyad.

Salah satunya adalah Yayasan Kurir Langit, yang menerima sedekah melalui nomor rekening BSM 7777274141 atas nama kurir langit.

“Kita sedang membantu kakek Arsyad untuk bisa mengembalikan rumahnya hingga mewujudkan mimpinya untuk naik umrah,” jelas Ketua Yayasan Kurir Langit, Muhammad Nursyahid saat berkunjung ke redaksi terkini.id, Senin 17 Juni 2019.

Selain itu, pihak lain yang membuka sumbangan adalah Abdul Qahar Al Asri melalui nomor rekening 4883 – 01 – 023275 – 53 – 1 atas nama Abdul Qahar Al Asri.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Komunitas

Lembaga Adat Kerajaan Gowa Resmi Dikukuhkan

Terkini.id,Makassar – Dalam rangka mewujudkan pelestarian adat istiadat Kabupaten Gowa, maka dilakukan pengukuhan lembaga adat Kerajaan Gowa yang dilakukan oleh Sombayya Ri Gowa Andi