Bantu Petani Kakao, Mahasiswa Teknik UNM Ciptakan Alat Fermentasi Otomatis

UNM
Bantu Petani Kakao, Mahasiswa Teknik UNM Ciptakan Alat Fermentasi Otomatis

Terkini.id, Bulukumba – Mahasiswa Prodi Pendidikan Vokasional Mekatronika (PVM) Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) membuat alat fermentasi secara otomatis kepada masyarakat mitra petani kakao melalui Bofercao-Tech (Box Fermentation Cacao Technology).

Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari bulan April hingga Juni 2019 yang bertempat di Desa Lembanna, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.

Salahudin Sheva Maulana Khouw selaku Ketua Tim Penerima Hibah Program Kreatifitas Mahasiswa Penerapan Teknologi (PKM-T) Kemenristekdikti mengungkapkan bahwa Mitra Petani Kakao sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini.

“Permasalahan pada fermentasi kakao didapatkan pada masyarakat mitra petani kakao di Desa Lembanna, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba ialah masih melakukan proses fermentasi biji kakao dengan metode manual,” ujarnya kepada Media, Senin, 17 Juni 2019.

“Cara pengadukan yang digunakan ialah dengan memakai kotak bertingkat. Ketika akan dilakukan proses pengadukan biji kakao, kotak ditingkat atas akan dibuka secara manual dan memindahkannya ke kotak di bagian bawah,” sambungnya.

Selain itu, lanjutnya, proses fermentasi tersebut membutuhkan tenaga yang kuat dan waktu yang banyak dibutuhkan selama fermentasi.

“Menurut Hasibuan et al (2013), tahapan pengolahan kakao yang dianggap paling dominan mempengaruhi mutu hasil biji kakao kering ialah fermentasi,” ungkapnya.

Fermentasi, kata dia, merupakan tahapan pengolahan yang sangat vital untuk menjamin dihasilkannya cita rasa cokelat yang baik (Doume et al, 2013).

“Fermentasi biji kakao bertujuan untuk membantu proses pelepasan daging buah biji (pulpl dengan permukaan kulit biji). Fermentasi pada umumnya dapat memicu terbentuknya cita rasa khas coklat serta menghasilkan warna yang cerah dan bersih,” terangnya.

Teknologi dalam proses fermentasi

Salah satu teknologi yang digunakan pada proses fermentasi, kata Salahudin, ialah alat Bofercao-Tech (Box Fermentation Cacao Technology), alat fermentasi ini dibuat secara otomatis.

“Bofercao-Tech (Box Fermentation Cacao Technology) dapat memudahkan masyarakat mitra dalam melakukan fermentasi kakao. Proses fermentasi kakao yang dilakukan dengan menggunakan alat ini dapat mengefesienkan waktu kerja dan tidak membutuhkan tenaga yang banyak,” ujarnya.

“Selain itu, hasil dari fermntasi tersebut menghasilkan biji kakao yang memiliki kualitas yang baik,” tambahnya.

Sementara itu, Supriadi selaku mitra PKM-Penerapan Teknologi dari program kegiatan ini menyampaikan kesyukurannya dengan adanya kegiatan ini.

“Kegiatan ini¬†merupakan solusi yang baik untuk kami dan untuk lingkungan masyarakat sekitar,” ujar Ketua Kelompok Tani Kakao Kabupaten Bulukumba ini.

Citizen Reporter: Nurfaillah Nila

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Kampus

Yuk, Nantikan Semarak BODY 2019 di Kampus UNM

Terkini.id,Makassar -  Biology Open Day (BODY) kembali dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA UNM pada 13 hingga 17 November 2019 mendatang.Kegiatan ini mengusung
Kampus

LKIM-PENA Unismuh Kembali Gelar PIKIR 2019

Terkini.id, Makassar - Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Penelitian dan Penalaran (LKIM-PENA) Universitas Muhammadiyah Makassar kembali menyelenggarakan Pekan Ilmiah dan Kreativitas Remaja