Terkini.id, Makassar – Panganan olahan dari pisang di Kota Makassar belakangan ini menjamur di berbagai toko dan kedai di sepanjang jalan protokol Makassar, baik skala rumahan hingga Restoran.
Pisang sendiri memang sangat dekat dengan masyarakat di ‘Kota Daeng’ ini. Tak ayal, panganan seperti Es Pisang Ijo, Pisang Epe, Pallu Butung, Barongko hingga Sanggara Belanda laris manis di pasaran.
Namun, larisnya makanan olahan tersebut meninggalkan seberkas permasalahan. Kulit pisang yang tak termanfaatkan menjadi limbah dan kian mengotori kota yang belakangan ini akrab dengan masalah banjir ini.
Hal itulah yang mendorong 3 (tiga) Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk berinovasi menciptakan produk olahan yang ekonomis serta mengurangi penumpukan sampah di Kota.
Hingga lahirlah inovasi Pa’Kupas atau Pangsit Kulit Pisang yang ekonomis dan ramah lingkungan.
- Seminar Dies Natalis ke-37 Pascasarjana Unhas, Arsjad Berharap Sulsel Lumbung Produsen Pisang Terbesar di Indonesia
- Warga Bantaeng Harap Tanaman Pisang Cavendish Ubah Perekonomian Petani
- PKK Sulsel Pamerkan Produk Olahan Pisang, Peluang Bisnis yang Menjanjikan
- Dorong Program Desa Ketahanan Pangan, Pj Sekda Harap Sulsel Jadi Lumbung Padi dan Pisang di Indonesia
- Pertama di Indonesia, Pemprov Sulsel Bangun Sekolah Vokasi Budidaya Pisang
Adalah Devi Novi Yanti B, Nurhikmah dan Muh Agus, Mahasiswa dari Prodi Pendidikan Teknologi Pertanian dan Pendidikan Teknik Mesin yang menjadi inisiator inovasi baru ini.
Tak hanya itu, gagasan ini pun turut menarik minat masyarakat untuk menjajal produk lain dari yang lain ini.
Hal itu dapat dilihat dari antusiasnya masyarakat Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate yang mengikuti pelatihan pembuatan pangsit kulit pisang ini.
Tanggapan warga
Salah satu warga yang sekaligus pengelola Panti Asuhan Setia Karya melihat inovasi ini dapat menjadi peluang usaha, khususnya bagi panti asuhan yang ia kelola.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak panti asuhan dan juga mengajarkan cara meminimalisir limbah kulit pisang yang ada di masyarakat dan menjadi peluang usaha,” ujarnya.
Inovasi yang diciptakan mahasiswa Teknik UNM ini dibimbing Dr Ir Muhammad Wiharto MSi.
Ketiga mahasiswa tersebut juga berkesempatan mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
