Bantu Tim Medis Covid-19, Alumni Teknik Unhas 2007 Produksi Swab Chamber

Teknik Unhas
Bantu Tim Medis Covid-19, Alumni Teknik Unhas 2007 Produksi Swab Chamber

Terkini.id, Makassar – Menghadapi pandemik Covid-19, antusiasme masyarakat mengemuka. Hal itu mendorong sejumlah pihak untuk berpartisipasi dan bersolidaritas dalam beragam bentuk, mulai dari penggalangan dana untuk pengadaan APD, pembagian hand sanitizer secara cuma-cuma, hingga membuat Mobile Disinfectant untuk fasilitas-fasilitas publik.

Alumni Teknik Mesin Universitas Hasanuddin (Unhas) angkatan 2007 di Makassar yang selanjutnya menyebut komunitas mereka alumni Turbin 07 juga hadir dengan upaya serupa.

Setelah memproduksi sejumlah Mobile Disinfectant dan membagikannya secara cuma-cuma ke beberapa rumah sakit di Sulawesi Selatan, kali ini mereka memproduksi sesuatu yang bisa dikatakan baru yakni Swab Chamber.

Swab chamber adalah sebuah bilik trasnparan yang bisa digunakan para tenaga medis untuk menghindari kontak langusung dengan suspect Corona.

“Hal ini penting sebab di tengah problem kelangkaan APD, Swab chamber bisa menggantikan fungsi APD bagi tenaga medis, yakni menghalangi potensi virus menular dari pasien, terutama saat proses swab test dilakukan dan secara teknis swab chamber sesungguhnya jauh lebih praktis dan efisien,” ujar Muhammad Ridwan, salah satu alumni Teknik Mesin yang menginisiasi gerakan di Turbin 07, Kamis, 2 April 2020.

Baca juga:

“Prototype-nya sudah ada dan besok akan diuji coba di salah satu rumah sakit di Makassar,” sambung pria yang akrab disapa Ridho ini.

Swab chamber produksi Ridho, dkk terdiri atas besi siku sebagai rangka utama, material solarflat sebagai dinding, dilengkapi sinar UV, dan sepasang sarung tangan karet untuk tenaga medis, dan meja kecil untuk dudukan sampel tes.

“Lama produksi per satu unit antara dua hingga tiga hari dengan melibatkan dua orang pekerja,” ujar Ridho.

Selain untuk rumah sakit, Swab chamber ini akan disebar ke fasilitas-fasilitas umum lain, misalnya bandara, pelabuhan, pasar-pasar, dan lokasi lain dimana orang-orang tetap harus beraktifitas sepanjang hari.

Sebagaimana penuturan Ridho, hal ini dimaksudkan demi memperlancar pelaksanaan rapid test dan mempercepat identifikasi seseorang yang telah terpapar atau belum.

“Dengan demikian, akan mempermudah pihak medis dalam mengendalikan penyebaran wabah Corona,” ungkapnya.

Lebih jauh, Ridho dkk berencana mengembangkan sebuah aplikasi yang akan membantu orang yang telah menjalani test untuk mengetahui hasil testnya sesegera mungkin via smartphone.

“Dengan begitu, si pasien dapat segera memutuskan tindakan yang paling tepat untuk diambil demi keselamatan diri dan lingkungannya,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Ridho juga menyampaikan bahwa hingga saat ini, alumni Turbin 07 memanfaatkan dana hasil swadaya rekan-rekan seangkatan, dan proses produksinya dilakukan di workshop milik sendiri.

“Namun untuk produksi Swab chamber yang lebih massif demi jangkauan manfaat yang lebih luas, alumni Turbin 07 tentu saja sangat mengharapkan donasi dari berbagai pihak,” ujar Ridho.

“Bagi para pihak yang peduli dan ingin berdonasi, dapat menyalurkan donasinya ke rekening Bank BNI 291-089-9995 atas nama Nadzirah Ikasari Syam,” sambungnya.

Dan atas nama kemanusiaan, Ridho beserta rekan-rekannya membuka diri untuk segala bentuk kerjasama, dan dengan semua pihak, baik perorangan, lembaga swasta, NGO, ataupun instansi pemerintah.

“Di saat-saat perang melawan musuh yang tak nampak sebagaimana hari-hari belakangan ini, kerjasama adalah hal yang sangat penting dan akan menentukan bagaimana jalannya masa depan kita selanjutnya,” pungkas Ridho yang meyakini bahwa swab chamber miliknya adalah yang pertama di Indonesia.

Citizen Reporter: Ade Hermawan (Alumni Teknik Unhas angkatan 2002)

Komentar

Rekomendasi

Viral Video Keluarga Pasien Diseret Satgas Covid-19, Kadinkes Sulsel Minta Maaf

Sejumlah Sekdis Jadi Plt Kepala Dinas, Yusran: Tak Ada Lagi Rangkap Jabatan

Dinkes Makassar Sebut Ada Pasien Sudah Sembuh Kembali Terpapar Covid-19

Alat Tes Covid-19 Terbatas, Dinkes Makassar: Barangnya Tidak Ada

Update 29 Mei Pasien Covid-19 Per Kecamatan Kota Makassar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar