Banyak Keluhan, Tenaga Satpol PP Kota Makassar Terbatas

Kepala Satpol PP Kota Makassar, Iman Hud
Kepala Satpol PP Kota Makassar, Iman Hud

Terkini.id, Makassar – Kepala Satpol PP Kota Makassar, Iman Hud, mengatakan pihaknya telah mengajukan penambahan personil sebanyak 3 ratus orang selama 3 tahun namun tak pernah sekalipun terakomodir. 

“Jumlah Satpol PP saat ini hanya 800 dan itu tak bisa mengawal semua tuntutan masyarakat,” kata dia, Jumat, 7 Februari 2020. 

Jumlah penduduk Kota Makassar yang ada saat ini berkisar 1,5 juta. Menurut Iman, seyogyanya 1 Satpol PP menangani 1000 penduduk.

Di tengah pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin meningkat, Iman mengatakan permasalahan kota semakin kompleks. 

Keluhan masyarakat pun langsung tertuju pada Satpol PP. Ia mengatakan ekspektasi masyarakat tentang Satpol PP semakin pun meningkat. 

Menarik untuk Anda:

“Bila berhubungan dengan hal-hal yang tidak pantas seperti berbuat hal tak senonoh di kos-kosan, berbuat aneh-aneh di Anjungan Pantai Losari itu Satpol PP, di jalanan Satpol lagi, masalah gudang, minol itu semua Satpol,” paparnya.

Untuk itu, Iman menuturkan bahwa kebutuhan prioritas Satpol PP saat ini adalah penambahan jumlah personil untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Ia pun mempertanyakan ihwal program prioritas sementara tugas pokok Satpol PP di mulai dari jumlah personil. 

“Seharusnya prioritasnya adalah penambahan jumlah personil. Tapi karena terbatasnya anggaran, itu kan lagu lama, klasik,” imbuhnya.

Dari semua SKPD, kata Iman, bahwa yang paling banyak permasalahannya adalah Satpol PP. Hal itu karena Satpol PP memiliki beban kerja yang banyak.

“Orang yang menanggung beban kerja tersebut sangat sedikit, artinya menderita. Realitasnya 1 Satpol harus melayani 1800 orang. Itu tidak realistis,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Tes Usap Massal di Kecamatan Makassar, Naisyah: Tidak Capai Target

Aktivis Perempuan Nilai Fatmawati Rusdi Figur Jempolan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar