Bawa Dua Tuntutan, Aliansi Pemuda Tanete Riaja dan Gappembar Gelar Unjuk Rasa

Bawa Dua Tuntutan, Aliansi Pemuda Tanete Riaja dan Gappembar Gelar Unjuk Rasa

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Barru – Sejumlah Aliansi Pemuda Kecamatan Tanete Riaja bersama Gabungan Pemuda Pelajar Mahasiswa Barru (Gappembar) menggelar seruan aksi, dengan titik aksi di Dusun Ele, Desa Lompo Tengah, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Jumat 7 Januari 2022.

Aksi unjuk rasa itu bertajuk “Panggung Ekspresi” yang bertujuan untuk menggugat kondisi jalan poros Pekkae-Soppeng yang rusak parah. Sehingga, tak jarang kecelakaan terjadi di titik-titik kerusakan jalan, bahkan menyebabkan nyawa korban melayang. 

Melalui panggung ekspresi ini, massa aksi menuntut dua hal, yaitu sebagai berikut:

1. Desak pemerintah provinsi Sulawesi Selatan (Sul-Sel) untuk segeri membenahi jalan poros Pekkae-Soppeng.

2. Tuntut kepekaan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan.

Baca Juga

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barru, meskipun bukan menjadi kewenangannya mendatangi peserta aksi dan melihat nyata keresahan masyarakat dan pengguna jalan.

Ketua DPRD Kabupaten Barru, Lukman T, menanggapi aksi yang dilakukan oleh aliansi pemuda Barru dan Gappembar dalam bentuk apresiasi. 

“Saya apresiasi para pemuda dengan melakukan aksi damai tadi siang, ini menandakan bahwa para pemuda peduli dengan permasalah yang ada pada masyarakat,” ujarnya saat dihubungi via WhatsApp.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa perbaikan ruas jalan Pekkae-Soppeng merupakan wewenang pemerintah provinsi Sulsel.

“Ruas jalan Pekkae-Soppeng merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sulsel. Jadi pemerintah dengan DPRD Kabupaten Barru hanya menyampaikan kepada pemerintah provinsi terkait kerusakan tersebut, dan informasi dari pemerintah provinsi, bahwa dana perbaikan jalan tersebut sudah masuk dalam program di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pokok 2022 dengan anggaran Rp 41,9 Miliar,” ungkapnya. 

Jenderal Lapangan (Jenlap) aksi tersebut, Agus Salim yang sering disapa Utto menyatakan bahwa aksi ini berangkat dari keresahan masyarakat Kecamatan Tanete Riaja 

“Aksi ini berangkat dari bentuk keresahan masyarakat Kecamatan Tanete Riaja, utamanya kecelakaan sering terjadi, khususnya pengendara roda dua, dan untuk pengendara roda 4 ke atas kerusakan terjadi pada mobil,” jelasnya. 

Di sisi lain, koordinator lapangan (Korlap) seruan aksi, M. Rijal B. Akmal, menjelaskan bahwa ia berharap agar Pemerintah Provinsi Sulsel segera memperbaiki jalan tersebut. 

“Saya berharap, pemerintah provinsi segera merealisasikan program perbaikan jalan poros Pekkae-Soppeng di tahun 2022. Sebagaimana kita ketahui jalan ini merupakan akses pokok penghubung segala sendi kehidupan masyarakat Kecamatan Tanete Riaja dan pengguna jalan baik itu ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sebagainya,” harapnya. 

Selain itu, srikandi Kecamatan Tanete Riaja, Lisdawati, menyatakan bahwa jika uang rakyat memang benar-benar digunakan, lantas di mana kerja nyatanya. 

“Jika saya pikir, seandainya memang uang negara digunakan dengan baik, lantas mana kerja nyatanya? Sedangkan jalan kita ini, diketahui bersama sudah dua tahun tidak perbaikannya tidak terlihat,” jelasnya.

Citizen Reporter : Milka Adriani

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.