Bawaslu RI Hadiri Peluncuran Desa Sadar Pemilu dan Anti Politik Uang di Jeneponto

Bawaslu RI Hadiri Peluncuran Desa Sadar Pemilu dan Anti Politik Uang di Jeneponto

FD
Syarief
Fachri Djaman

Tim Redaksi

Terkini.id, Jeneponto – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Jeneponto meluncurkan Desa Sadar Pemilu dan anti politik uang di Desa Bangkala Loe, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Rabu, 18 Desember 2019.

Launching desa pengawasan dan anti politik uang itu dihadiri Pimpinan Bawaslu RI, Dr. Ratna Dewi Pettalolo, Pimpinan Bawaslu Sulsel Azru Yusuf dan Amrayadi, Wakil Bupati Jeneponto, Paris Yasir, Ketua DPRD Jeneponto, ketua dan Bawaslu Jeneponto, Camat Bontoramba, Kades Bangkala Loe dan Danramil Tamalatea serta para undangan.

Peluncuran tersebut ditandai pemukulan gong dan penandatanganan prasasti desa pengawasan dan anti politik uang oleh Pimpinan Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo.

Ketua Bawaslu Jeneponto, Saiful, dalam sambutannya menyampaikan latar belakang penetapan Desa Bangkala Loe menjadi desa pengawasan Pemilu dan anti politik uang.

“Desa Bangkala Loe ini adalah desa terbaik dari 82 desa yang ada di Jeneponto, kami memilih desa ini sebagai desa pengawasan Pemilu dan anti politik uang, karena kompetisi yang dilakukan waktu pemilihan kepala desa kemarin jauh dari yang namanya praktik politik uang,” kata Saiful.

Baca Juga

Menurutnya, demokrasi harus dibangun dari desa, tidak cukup dengan pembangunan infrastruktur tetapi demokrasi harus diawali dari proses pergantian kepemimpinan yang jujur.

“Bawaslu Jeneponto akan terus mendorong gerakan sosial dimana gerakan sosial ini diawali oleh masyarakat itu sendiri. Insya Allah, dengan desa sadar pengawasan pemilu kedepan kita dapat menyelenggarakan Pemilu atau Pilkada yang berkualitas dan berintegritas,” jelas Saiful.

Saiful pun berterima kasih kepada Pimpinan Bawaslu RI dan provinsi yang telah menghadiri kegiatan itu.

“Terima kasih atas kehadirannya semua,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jeneponto, Paris Yasir, mengapresiasi kegiatan peluncuran desa sadar pengawasan Pemilu dan anti politik uang.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, kita berharap dengan kegiatan-kegiatan seperti ini Jeneponto ke depan Jeneponto dapat melaksanakan pemilihan yang jujur adil bermartabat tanpa politik uang,” pungkas Paris Yasir.

Sedangkan pimpinan Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo menyampaikan, kegiatan ini merupakan sebuah ikhtiar untuk mewujudkan demokrasi yang berkualitas

“Salah satu parameter untuk mengukur kualitas Pemilu, adalah proses dan hasil, dan hasil yang baik itu berasal dari suara rakyat sendiri, sehingga daulat rakyat bergerak pada porosnya berdasarkan kehendak rakyat itu sendiri,” ujarnya.

Ratna melanjutkan, untuk mengembalikan daulat rakyat dalam proses demokrasi sejatinya masyarakat itu mengambil alih pengawasan Pemilu.

“Selama ini tugas-tugas pengawasan itu dianggap bukanlah sesuatu yang menjadi kewajiban masyarakat, padahal Pemilu itu sesungguhnya adalah pengawasan oleh rakyat,” imbuhnya.

Ratna Dewi Pettalolo juga menganggap politik uang adalah sebuah kejahatan Pemilu yang sangat menentukan sukses tidaknya pemilihan.

Usai launching desa sadar pengawasan pemilu dan anti politik uang, kegiatan dilanjutkan workshop Desa Sadar Pemilu dan Anti Politik Uang.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.