BBKSDA Sulsel: Peragaan Lumba-Lumba di Panakukang Square Sudah Sesuai Aturan

Lumba-Lumba
Kegiatan peragaan Lumba-Lumba dan aneka satwa PT Taman Impian Jaya Ancol di Panakukang Square Makassar

Terkini.id, Makassar – Kegiatan peragaan Lumba-Lumba dan aneka satwa PT Taman Impian Jaya Ancol di Panakukang Square Makassar ramai dikunjungi masyarakat.

Soft Launching Peragaan satwa dilaksanakan pada hari Jumat, tgl 2 Agustus dan dibuka untuk umum mulai 3 Agustus hingga 1 September 2019, di Panakkukang Square.

Kepala Balai Besar KSDA (BBKSDA) Sulsel, Ir. Thomas Nifinluri mengatakan, hal ini sesuai Izin Peragaan satwa dengan ketentuan Surat Direktur KKH Nomor S. 667/KKH/AJ/KSA.2/7/2019 tgl 12 Juli 2019 perihal Informasi Peragaan Satwa dan Lumba-Lumba.

“Jenis satwa yang diperagakan, Lumba-Lumba (Tursiops aduncus) 2 ekor, Singa Laut (Otaria byronia), 1 ekor dan Berang-Berang (Aonyx cinerea) 2 ekor,” ujar Thomas kepada Media, Sabtu 3 Agustus 2019.

Kegiatan ini dalam rangka pengawasan, pembinaan dan monitoring, Seksi P3 dan SKW IV BBKSDA Sulsel yang akan memantau secara komprehensif dan berkala terhadap, etika dan kesejahteraan hewan.

“Jenis peragaan harus sealamiah mungkin dan tidak menyimpang dari perilaku alaminya. Dan alat bantu yang digunakan tidak membahayakan satwa,” ungkapnya.

“Frekuensi peragaan paling banyak 6 kali dalam satu hari dengan waktu istirahat minimal 2 jam satu pertunjukan ke pertunjukan berikutnya,” jelas Thomas.

Lanjutnya, durasi peragaan lumba-lumba dalam satu kali peragaan maksimal 15 menit, dan pesan edukasi dalam setiap peragaan.

Hasil pengamatan terhadap teknis dan administrasi telah dilakukan pada Kamis, 1 Agustus 2019 yang dituangkan dalam BAP berupa sarana dan prasarana (kolam, kualitas air), pakan, perawatan dan kesehatan serta peragaan sesuai dengan peraturan yang ada.

Ir. Anis Suratin, mewakili Kababes KSDA Sulsel saat pembukaan mengatakan, syarat dan ketentuan kegiatan sesuai peraturan. Tujuan utama atraksi adalah edukasi dan rekreasi untuk umum.

“Aturan tentang peragaan diperbolehkan, namun diikuti kontrol terhadap jalannya peragaan,” tambah Anis.

Soft Launching dihadiri oleh Penyelenggara (MBC Production), Management Panakukang Squarre, Guru dan Anak Panti Asuhan sebanyak ± 100 orang.

Thomat menanggapi terkait dengan petisi penolakan peragaan lumba-lumba di Makassar oleh Ahsin Arifuddin, dijelaskan bahwa kegiatan ini BUKAN “Sirkus” yang menyebabkan lumba-lumba tersiksa atau bahkan menyebabkan kematian.

“Melainkan ini “peragaan” satwa yang masih diperbolehkan sesuai dengan ketentuan dimana aspek ethic dan welfare animal diutamakan,” ujar Thomas.

“Pemantauan terhadap peragaan ini meliputi kesehatan dan keamanan, pakan dan kondisi air kolam serta durasi peragaan satwa lumba-lumba,” terangnya.

Komentar

Rekomendasi

PII Pusat Gelar Rapat Pleno Awal Tahun di Gedung Griya Rekayasa Indonesia

Sikapi Isu Lingkungan, Makassar Digital Valley Bikin Program Spesial ‘Green Network’

Kondisi TPI Paotare Memperihatinkan, Ini Rencana Pemkot Makassar

Dokumen Ini Jadi Hambatan Penindakan Gudang Dalam Kota di Makassar

NasDem Akan Gelar Turnamen Mobile Legends dan PUBG di Makassar

Pelantikan 3 Perusda Menunggu SK Pemberhentian Calon Direksi sebagai Pengurus Partai

Danny Pomanto Didorong Maju Jalur Perseorangan di Pilwali Makassar

KPU Makassar Buka Pendaftaran Calon PPK, Dilakukan Secara Online

Tak Mampu Capai Target, Bukti Sebut PD Parkir Makassar Raya Tak Berdaya

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar