BBM Naik, KDO Sulsel Tuntut Aplikator Grab – Gojek – Maxim Turunkan Potongan dan Hapus Biaya Jasa

BBM Naik, KDO Sulsel Tuntut Aplikator Grab – Gojek – Maxim Turunkan Potongan dan Hapus Biaya Jasa

AT
HZ
Admin Terkini
Hasbi Zainuddin

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Kado dari pemerintah awal bulan September ini mengejutkan banyak pihak. Kenaikan harga BBM bersubsidi khususnya pertalite dan solar seperti palu godam untuk mereka yang mencari rejeki di sektor transportasi termasuk transportasi online. 

Bayangkan saja, angka kenaikannya cukup fantastis, yakni 30,7 persen dan 32  persen. Padahal kita sama-sama tahu jika BBM merupakan komponen biaya utama dalam operasional. 

Kenaikan yang cukup signifikan ini tentu saja membuat para pelaku usaha transportasi harus merogoh kocek lebih dalam lagi.

Sementara itu penyesuaian tarif yang sejak lama di tuntut hanya jadi janji manis dari pihak-pihak terkait. 

Ini seperti berputar pada lingkaran yang tak berujung. Pertanyaannya, bagaimana saat ini? Di tengah kenaikan harga BBM yang cukup tinggi, yang tentu saja akan berpengaruh pada semakin besarnya biaya operasional yang harus di tanggung. 

Baca Juga

Dan bukan itu saja, kenaikan harga komponen lainnya menjadi hal mutlak yang akan ikut naik sebagai imbas dari naiknya harga BBM. Di tengah situasi sulit seperti saat ini, penyesuaian tarif menjadi opsi serius untuk di pikirkan bersama dan bukan hanya jadi wacana pemerintah saja dan implementasi setengah hati oleh pihak aplikator.

Terlepas dari itu semua, yang perlu di pertimbangkan adalah apakah kenaikan BBM menjadi momentum tepat untuk menyesuaikan tarif? Bukankah kenaikan BBM juga akan berimbas pada kenaikan harga bahan pokok yang tentu saja juga akan menggerus daya beli masyarakat. 

Akan ada berbagai penyesuaian biaya, termasuk termasuk penyesuaian biaya transportasi sehari-hari tentunya. Lalu bagaimana menyikapi hal yang ada saat ini? 

Ketua KDO Sulsel, Mujahidin Malik, menjelaskan, opsi yang paling rasional lainnya adalah menurunkan sharing penghasilan yang menjadi beban pengusaha transpotasi online selama ini. 

“Memang ini bukanlah langkah yang ideal, akan tetapi hal ini (setidaknya) bisa menjadi subsidi atas naiknya biaya operasional. Persoalannya, apakah pihak aplikator mau? Jawabnya harus mau. Ini memang bukan langkah logis. Ini tentang menyambung hidup para mitra dan juga tentang bagaimana menunjukkan peduli mitra bukan hanya sebatas slogan saja,”jelas Mujahidin.

Dia pun menuntut agar penyedia aplikasi transportasi online seperti gojek, grab dan Maxim agar menghapus biaya jasa pemesanan dan menurunkan potongan 5 persen yang selama ini berlaku. 

Hal ini penting agar para pelaku transportasi online tidak terbebani lagi dengan kenaikan biaya operasional khususnya pembelian BBM, tanpa harus menaikkan tarif transportasi online.

Kini saatnya semua yang terlibat dalam sektor industri ini untuk berbesar hati dan mau duduk bersama mencari solusi bukan mencari rusuh. Dengan catatan, bahwa apapun keputusannya nanti harus di laksanakan secara serius dan sunguh-sungguh.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.