Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Yan Harahap mengungkit soal PDIP yang dulu pernah mengancam menurunkan 15 ribu orang untuk mengepung Istana jika Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Berita tahun 2013. Dan.. hingga kini, 2022, PDIP pun masih ada. Tapi…,” kata Yan Harahap melalui akun Twitter pribadinya pada Sabtu, 2 April 2022.
Dilansir dari berita lama Detik News yang dibagikan Yan Harahap, PDIP menyatakan sikap tegas menolak kenaikan harga BBM dan RAPBN-P usulan pemerintahan SBY pada tahun 2013.
PDIP bahkan mengancam akan mengerahkan 15 ribu orang untuk demo mengepung Istana jika BBM tetap dinaikkan.
Ketua DPP PDIP ketika itu, Ribka Tjiptaning mengatakan bahwa ada dua perjuangan untuk membatalkan kenaikan BBM, yakni melalui parlemen dan ekstraparlemen.
- Politisi Demokrat Pilih Dukung Husniah - Darmawangsyah, Percaya Bisa Dukung Pemberdayaan Perempuan
- Politisi Demokrat: Era SBY BBM Naik 2 Kali dan Jokowi 7 Kali
- Politisi Demokrat Kaitkan Subsidi BBM Dengan IKN, Sebut Proyek Buat Sombong: Nggak Penting
- Politisi Demokrat: Kasus FS Agar Dijadikan Momentum Polri untuk Membersihkan Kejahatan Terorganisir
- Politisi Demokrat Pertanyakan Soal Kasus Brigadir J: Apakah Kapolri Telah Membuka Kasus ini Seterang-terangnya?
Kalau di parlemen buntu dan gagal, lanjutnya, maka harus menggunakan langkah kedua, yakni berjuang bersama rakyat dalam ekstraparlemen.
“Kalau sekarang gagal gunakan hak parlemen, maka kita gunakan perjuangan ekstraparlemen besok ke Istana menekan kekuasaan. Kalau malam ini pemerintah menaikkan BBM maka isunya batalkan kenaikan BBM,” kata Ribka di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 17 Juni 2013.
Ribka Tjibtaning menilai kenaikan harga BBM tidak tepat, terlebih dilakukan di waktu yang tidak sesuai, di mana masyarakat menghadapi bulan puasa dan pergantian tahun ajaran baru sekolah.
“Saya ingat pesan Bu Mega, kebahagiaan itu bukan ketika berkoalisi dengan kekuasaan tapi kebahagiaan itu ketika menangis dan tertawa bersama rakyat,” ucapnya.
Ribka yang ketika itu juga menjabat sebagai Ketua Komisi IX menghitung paling tidak ada 15 ribu orang yang turun jalan.
“Saya yang akan turun dari DPP,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
