Terkini.id, Makassar – Presiden Joko Widodo, mengungkapkan data yang kontroversial saat ditanyai tentang konflik agraria dalam pembangunan infrastruktur.
Jokowi mengungkapkan hampir tidak ada konflik agraria selama dia berkuasa saat Prabowo Subianto saat debat capres jilid II, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu malam, 17 Februari 2019.
Klaim Jokowi tersebut bertolak belakang dengan temuan KPA dan Walhi.
“Mungkin Pak Prabowo bisa lihat dalam 4 setengah tahun ini hampir tidak ada terjadi konflik pembebasan lahan untuk infrastruktur kita, karena apa? Tidak ada ganti rugi, yang ada ganti untung,” kata Jokowi dalam debat tersebut.
Data yang disampaikan tersebut berbeda dari data yang ada.
- Warga vs PTPN: Konflik Agraria Memanas di Tengah Intimidasi dan Ancaman Senjata Tajam
- Konflik Lahan Takalar: Petani Ungkap Sejarah Kelam Perampasan Tanah
- Konflik Agraria Memanas: Peninjauan Lahan PT Lonsum di Bulukumba Tuai Kritik
- Petani Batulapisi Dituduh Serobot Lahan Sendiri, Warga Demo Polres Gowa
- Refleksi Sejarah Hari Tani Nasional, Akar Pokok Lahirnya Undang-Undang Agraria
KPA misalnya mencatat, bahwa konflik Agraria selama rezim Jokowi sering terjadi.
Tercatat, selama Jokowi, ada 41 orang tewas, 51 orang tertembak, 546 dianiaya, hingga 940 petani dan pejuang lingkungan dikriminalisasi.
Bukan hanya itu. KPA juga mencatat, telah terjadi hingga 1.769 kasus konflik agraria sepanjang pemerintahan tahun 2015 – 2018.
Kasus tersebut meliputi konflik perkebunan, properti, hutan, laut, tambang, hingga infrastruktur.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
