Pertanyakan Keberanian ‘Mengemis’ ke Dunia, Dahlan Iskan: Kita Miskin Tapi Punya Batu Bara

Terkini.id, JakartaMantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, memberi pertanyaan sekaligus tantangan kepada negara untuk meminta kepada Dunia agar memberikan dispensasi waktu dalam penggunaan batu bara.

Menurut Dahlan, dalam rentang waktu 20 tahun Indonesia dapat memperbaiki neraca keuangan dan meningkatkan pertumbuhan secara signifikan apabila mampu memaksimalkan penggunaan batu bara.

“Sebagai negara miskin, apakah kita ini tidak berani mengemis kepada dunia, toh mengemisnya terhormat, bukan ngemis bantuan atau utang. Kita miskin tapi punya batu bara, kita minta dispensasi kepada negara untuk menggunkan batu bara 20 tahun lagi,” kata Dahlan Iskan dalam diskusi Integrity Law Firm, dikutip dari Tempo.co, Kamis 25 November 2021.

Baca Juga: Wah! Ternyata Alasan Presiden Jokowi Pilih Nama Ibu Kota Baru...

Diketahui sebelumnya, Pemerintah berencana akan menghentikan penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara secara bertahap hingga tahun 2040. 

Komitmen itu disampaikan dalam Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2021 atau KTT COP26 di Glasgow beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Wow! Tagar Apresiasi Keberhasilan Jokowi Trending Twitter, Netizen: Tak Ada...

Mantan Direktur Utama PLN tersebut juga menuturkan bahwa kondisi batu bara di Indonesia berbeda dengan di Cina. 

Di Cina, harus ada usaha menambang di kedalaman tanah untuk mendapatkan komoditas tersebut. Sedangkan di Indonesia, batu bara tersedia di atas permukaan tanah seperti di Kalimantan dan Palembang.

“Di atas tanah, tinggal ambil,” imbuhnya.

Baca Juga: Wow! Tagar Apresiasi Keberhasilan Jokowi Trending Twitter, Netizen: Tak Ada...

Jika Indonesia mendapat kesempatan memanfaatkan batu bara dalam waktu 20 tahun, Dahlan menyebut negara bisa memanfaatkan komoditas itu dengan sebaik-baiknya untuk membangkitkan perekonomian. Salah satu caranya, pemerintah harus memiliki kebijakan menekan ekspor batu bara mentah.

“Sarannya tidak boleh ada ekspor batu bara yang (mutunya) di atas 5.500 (kcal/kilogram). Yang di bawah 5.500 (kcal/kilogram) harus untuk dalam negeri,” tuturnya.

Ia pun menambahkan jika negara yang maju adalah negara yang dapat memanfaatkan energinya. Sebab, energi adalah sumber kekuatan negara.

“Seperti manusia, energi adalah darah. Sekarang kita punya batu bara yang luar biasa dan bukan buatan seseorang,” ujar Dahlan.

Bagikan