Terkini.id, Jakarta – Dayang Donna Faroek akhirnya angkat bicara soal kemungkinan mencalonkan diri sebagai Ketua Badan Otorita IKN Nusantara melawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Dengan segudang pengalaman, putri mantan gubernur Kaltim itu mengaku siap menghadapi Ahok.
“Why not? Kenapa harus takut (bersaing dengan Ahok), harus percaya diri,” ujar Dayang, seperti yang dilansir dari Cnnindonesiacom. Jumat, 4 Februari 2022.
Donna Faroek, di sisi lain, masih mengagumi Ahok. Sebab, menurutnya, Ahok memiliki keahlian administrasi yang lebih dari dirinya.
Kiprahnya sebagai Bupati Belitung Timur dan Gubernur DKI Jakarta telah menunjukkan hal itu. Sebelumnya, Ahok menjabat di DPR sebagai legislator dari 2009 hingga 2014.
- Momen HUT Ke-25 Astana, Kepala Otorita IKN jadi Tamu Kehormatan Presiden Kazakhstan di Forum Walikota Internasional
- Bertemu Presiden, Kepala Otorita IKN Sampaikan Aspek Penting Pembangunan yang Harus Dipenuhi Pemerintah
- Jokowi Akan Kemah di Titik Nol Kilometer IKN, Hetifah : Simbol Dari Upaya Jokowi dan Otorita IKN Untuk Mengambil Kebijakan yang Berbasis Bukti
- Presiden Jokowi : Saya Harapkan Nanti Otorita Juga Bisa Untuk Deputinya Merekrut Orang Daerah
- Telah Resmi Dilantik, Jokowi Puji Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe
Dengan kepiawaian Ahok yang luar biasa, dia tidak menyangka akan mampu bersaing dengan Komisaris Utama Pertamina untuk menduduki jabatan pimpinan otoritas.
“Ya, intinya bisa atau tidak (masuk Badan Otorita IKN Nusantara), itu urusan belakangan. Yang penting maju dulu,” tegasnya.
Donna Faroek tidak pernah mengincar jabatan tinggi di lingkungan Otoritas IKN Kaltim. Namun, jika dia ditawari kesempatan untuk berpartisipasi, dia tidak akan menolaknya.
Sebab, kata dia, wajar jika anak-anak daerah diikutsertakan dalam badan otoritas pembangunan di IKN Nusantara ke depan. Jangan pindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur; rakyat hanya akan menjadi penonton.
“Padahal mereka punya potensi luar biasa untuk bersaing. Sayang banget,” katanya.
Donna Faroek telah aktif dengan pengusaha dan organisasi kepemudaan sepanjang karirnya. Pernah menjabat di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Timur, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kalimantan Timur, Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Kalimantan Timur, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kalimantan Timur, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim dalam berbagai cabang olahraga.
Terbaru, dia juga menjadi ketua Yayasan Pendidikan Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Bagi Donna Faroek Berperan aktif dalam organisasi mempunyai banyak manfaat.
Selain sebagai wadah menempa diri dan aktualisasi, juga memberikan banyak koneksi.
“Dari organisasi inilah saya bisa kenal dekat dengan Bahlil Lahadalia, Muhammad Lutfi, Sandiaga Uno, Erick Thohir dan Anindya Bakrie. Mereka sudah seperti kakak sendiri,” tegasnya.
HiIa mengklaim hingga kini jalinan silaturahmi Donna Faroek dengan figur pengusaha nasional masih terjaga baik. Ia tak memungkiri saluran inilah yang akan membantunya saat IKN Nusantara dibangun.
Sebab pengembangan infrastruktur nanti tentu melibatkan banyak pihak. Tak semuanya dari pusat. Ia mengatakan keberadaannya di badan otorita, setidaknya bisa menjadi wakil suara warga, baik itu Penajam dan Kaltim keseluruhan.
“Yang pasti, warga (Kaltim) tak perlu takut. Ketika IKN Nusantara dibangun, pemerintah pasti melibatkan orang lokal. Tak mungkin semuanya dikerjakan pusat. Saya juga tentu bakal membantu, jangan sampai kita hanya duduk menonton,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
