Terkini.id, Sulsel – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) menanggapi soal isu resesi ekonomi yang diprediksi bakal terjadi di Indonesia pada 2023 tahun ini.
BI Sulsel pun mengaku optimis perekonomian di Sulawesi Selatan bakal aman atau tidak terlalu terdampak dengan ancaman resesi tersebut. Hal itu berdasarkan analisa dan perkiraan BI Sulsel.
Sebaliknya, menurut perkiraan BI Sulsel, pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan pada 2023 diperkirakan akan tumbuh kuat pada rentang 4,6-5,4%.
Sementara inflasi di Sulawesi Selatan pada 2023 diperkirakan akan kembali pada rentang sasaran nasional, yakni 3%+1.
Hal itu disampaikan Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel Fadjar Majardi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) BI Sulsel dengan sejumlah media di Sulawesi Selatan pada Sabtu 14 Januari 2023, di Aston Hotel & Convention Center, Kota Sorong, Papua Barat.
- BI Sulsel Gelar Forum Ekonomi Syariah 2026: Sinergikan Keuangan Sosial dan Komersial untuk Ekosistem Halal
- PESyar x Trend Hijab 2026, BI Sulsel Dorong Modest Fashion Syariah Jadi Unggulan Sulsel
- BI Sulsel Cetak Agen Literasi Ekonomi Syariah
- SERAMBI 2026, BI Sulsel Buka 120 Titik Penukaran Uang Tunai
- KPw BI Bersama LPH UINAM Gelar Pelatihan dan Uji Kompetensi Juru Sembelih Halal
Lebih lanjut, Fadjar Majardi juga mengungkap sejumlah indikator yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulsel pada 2023.
Sejumlah indikator tersebut di antaranya, penguatan sinergi pemerintah baik dari sisi fiskal, moneter maupun perbankan; peningkatan mobilitas yang akan mendorong konsumsi masyarakat lebih tinggi; meningkatnya target produksi padi nasional; dan kuatnya permintaan ekspor unggulan Sulsel.
“Pertumbuhan ekonomi tahun 2023 diperkirakan tetap kuat, meski di tengah berbagai risiko dari dalam dan luar negari,” imbuhnya.
Adapun terkait inflasi, BI Sulsel memperkirakan grafik inflasi Sulawesi Selatan pada 2023 akan melandai sehingga dapat mendorong kondusivitas iklim usaha.
Grafik inflasi yang diprdiksi melandai tersebut, menurut Fadjar, dipengaruhi oleh sejumlah indikator pengendalian, salah satunya program peningkatan produktivitas pertanian lewat program Mandiri Benih.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
